Dalam Rangka Dies Natalis ke 49 UNY, Fakultas Ilmu Pendidikan telah sukses menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Populer tingkat Nasional dengan kategori Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN. Lomba ini merupakan salah satu agenda Dies Natalis ke 49 UNY. Mengambil waktu bulan Februari - April 2013, peserta lomba mencakup DIY, Jateng, Jatim, Sumatra dan Sulawesi. Pada pembukaan pada acara presentasi pada Jumat (26/4), Dekan FIP, Dr. Haryanto, M.Pd menekankan bahwa budaya menulis harus lebih ditingkatkan lagi terutama bagi siswa yang akan menempuh ke jenjang yang lebih tinggi untuk ke mahasiswa. Karena seorang mahasiswa dituntut untuk bisa menulis terutama untuk tugas akhir/skripsi. Tidak hanya siswa saja, guru pun diminta untuk lebih kreatif lagi dalam menulis, karena karya tulis sanggup menambah angka kredit dan digunakan untuk naik pangkat, tambahnya.
Juri dari final LKIP ini berasal dari bermacam latar belakang pendidikan yaitu dari prodi AP (Administrasi Pendidikan), PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), PLS (Pendidikan Luar Sekolah), PLB (Pendidikan Luar Biasa), KP (Kebijakan Pendidikan), KTP (Kurikulum Teknologi Pendidikan) yang tentunya sudah berpengalaman dalam hal karya tulis dan tentu saja independen serta objektif.
Dengan tema karya tulis "Peran Pendidikan dalam Mencerahkan dan Memandirikan Bangsa” peserta yg lolos seleksi dan berhasil meyakinkan para juri dengan presentasinya adalah untuk kategori Pendidik:
Juara 1: Wahyudi, S.Pd.I dari SMP Negeri 2 Karangkobar, Banjarnegara, Jateng.
Juara 2: Aris Riyadi, S.Pd., M.Pd. dari SMP Negeri 2 Kedunggalar, Ngawi, Jatim.
Juara 3: Sri Utari, M Pd. Si dari SMA Negeri 8 Yogyakarta, DIY.
Hrapan 1: Dani Wardani, S.Hum., M.Pd. SMK Bhakti Nusantara, Bandung, Jawa Barat.
Harapan 2: Yan Vita, M.Pd.I SD Negeri Tegalombo I, Sragen, Jateng.
Harapan 3: Nurul Hasbiana SMK Negeri 1 Kalasan, Yogyakarta, DIY.
Kemudian untuk kategori Siswa:
Juara I : Helmi Zunan Tanuwijaya SMA 6 Yogyakarta, DIY.
J uara II : Heppy Laili Mukarromah MA “Darul Huda” Ponorogo, Jatim.
Juara III : Ariska Ayu D., Siti Ma’rifah dan Oky Pratika MAN 2 Ponorogo, Jatim.
Para Pemenang mendapatkan piagam, tropy dan sejumlah uang pembinaan. Selamat bagi para pemenang.
Senin, 29 April 2013
Rabu, 21 November 2012
BENTUK DRAF KURIKULUM BARU SMP 2013/2014
Ganti menteri, maka ganti kurikulum. Itulah mungkin yang akan menjadi perbincangan bapak ibu guru di ruang guru. Bahkan mungkin ada yang sampai "debat kusir" tentang wacana kurikulum baru 2013/2014. Bahkan gara-gara diskusi malah tidak jadi mengajar, karena masih melanjutkan diskusi dengan teman guru, ngotot tentang kelebihan dan kekurangan kurikulum baru tersebut. Padahal mereka belum tau persis konten dari kurikulum baru tsb. Seperti yang telah dilangsir oleh Kompas, bahwa wacana pemberlakuan kurikulum baru pada tahun pelajaran 2013/2014
mulai Juni 2013 berlaku untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan
kurikulum ini akan berimbas pada perubahan standar kompetensi lulusan
(kompas.com, 16 November 2012).
Beberapa perubahan pada Kurikulum Baru adalah:
1. Jumlah mata pelajaran juga berkurang dari 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. IPA dan IPS tetap sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), muatan lokal, dan pengembangan diri, ketiganya diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada. Muatan lokal masuk ke mata pelajaran Seni Budaya, Penjaskes, dan Prakarya, sedangkan TIK tidak akan berdiri sendiri tetapi menjadi media untuk semua mata pelajaran.
2. Durasi belajar di sekolah bertambah sebanyak enam jam pelajaran per minggu, dari 32 jam menjadi 38 jam di sekolah.
3. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib
Perubahan yang akan diberlakukan kiranya dapat kita sikapi dengan bijak. Perubahan situasi dan kondisi menuntut perubaham kurikulum.
Semoga dengan berubahnya kurikulum baru tiadak akan membingungkan guru, tapi kita ikuti dan kita sikapi dengan bijak. Hidup pendidikan Indonesia. Mari tetap bersinergi memajukan pendidikan di Indonesia.
Beberapa perubahan pada Kurikulum Baru adalah:
1. Jumlah mata pelajaran juga berkurang dari 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. IPA dan IPS tetap sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), muatan lokal, dan pengembangan diri, ketiganya diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada. Muatan lokal masuk ke mata pelajaran Seni Budaya, Penjaskes, dan Prakarya, sedangkan TIK tidak akan berdiri sendiri tetapi menjadi media untuk semua mata pelajaran.
2. Durasi belajar di sekolah bertambah sebanyak enam jam pelajaran per minggu, dari 32 jam menjadi 38 jam di sekolah.
3. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib
Perubahan yang akan diberlakukan kiranya dapat kita sikapi dengan bijak. Perubahan situasi dan kondisi menuntut perubaham kurikulum.
Semoga dengan berubahnya kurikulum baru tiadak akan membingungkan guru, tapi kita ikuti dan kita sikapi dengan bijak. Hidup pendidikan Indonesia. Mari tetap bersinergi memajukan pendidikan di Indonesia.
PREDIKSI DAN KISI KISI SOAL UJIAN NASIONAL 2012/2013 SD SMP SMA SMK
Anda berharap-harap cemas, ujian nasional sudah dekat, tapi kisi-kisi belum ada juga. Ini mungkin bisa membantu bapak ibu guru dalam mencari kisi-kisi ujian nasioanl 2012/2013, baik SD, SMP, SMA, maupun SMK, serta dilengkapi dengan SK dari BNSP. Smoga dapat membantu bapak ibu guru dan Kepala Sekolah di tanah air. Konsiderant BNSP tentang kisi kisi Ujian Nasional 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SMP SMA SMK 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SD 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SMP SMA SMK 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SD 2012/2013 klik disini
Minggu, 04 November 2012
TIPS MENULIS IDE-IDE KREATIF DAN INOVATIF
Menulis bukanlah pekerjaan yang di peroleh dengan instan. Menulis perlu banyak latihan, mulai dari banyak membaca buku, situasi, lingkungan, sampai dengan banyak berlatih menulis berulang-ulang. Jadi jika ada orang bilang keterampilan menulis dapat di pelajari hanya dengan mengikuti seminar sehari, rasanya mustahil dan butuh keajaiban. Namun bukan berarti keterampilan menulis sulit dipelajari, bahkan jadi momok tersendiri. Yang lebih fatal lagi jika seorang pendidik baik itu guru maupun dosen tidak mau menulis bahkan tidak mau mempelajari tentang tulisan. Dengan diberlakukan Permen PAN dan RB No 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya seakan-akan pendidik "dipaksa" untuk menulis agar selalu berkembang tentang ilmu dan pengetahuannya.
Menulis perlu seni dan inspirasi, agar hasilnya juga mampu memberikan inspirasi. Dengan kreatifitas dan inovasi serta sentuhan seni dan teknologi, maka daya tulisan seseorang akan memunculkan mahakarya tersendiri. Kepuasan batin juga mampu menimbulkan semangat tersendiri untuk selalu menulis dan menulis. untuk itu tujuan kepuasan batin juga perlu dimunculkan sebelum menulis, agar ada suatu motivasi tersendiri bagi penulis. Selamat berjuang rekan-rekanku. Selamat menulis. Semoga tulisan anda mampu memberikan inspirasi bagi pendidikan di negeri ini. Salam Mahakarya Inspirasi. By Aries Ryady.
Menulis perlu seni dan inspirasi, agar hasilnya juga mampu memberikan inspirasi. Dengan kreatifitas dan inovasi serta sentuhan seni dan teknologi, maka daya tulisan seseorang akan memunculkan mahakarya tersendiri. Kepuasan batin juga mampu menimbulkan semangat tersendiri untuk selalu menulis dan menulis. untuk itu tujuan kepuasan batin juga perlu dimunculkan sebelum menulis, agar ada suatu motivasi tersendiri bagi penulis. Selamat berjuang rekan-rekanku. Selamat menulis. Semoga tulisan anda mampu memberikan inspirasi bagi pendidikan di negeri ini. Salam Mahakarya Inspirasi. By Aries Ryady.
Minggu, 19 Februari 2012
SOAL-SOAL UJI KOMPETENSI SERTIFIKASI GURU 2012
diposkan oleh ARIS RIYADI, S.Pd. M.Pd.
Contoh Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 - Sebenarnya untuk contoh soal yang akan diujikan pada Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 tahap awal nanti masih merupakan rahasia. Kepala LPMP Jatim sendiri, belum melihat bentuk dan contoh kongkritnya. Hanya secara garis besar, uji kompetensi awal merupakan dasar dari kemampuan profesional guru sesuai dengan pedoman, tuntunan, peraturan kemdiknas dll, tentang profesionalisme guru.
Perlu diingat, materi Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 tahap awal adalah menitik beratkan pada kemampuan kompetensi pedagogik, kepribadian dan sosial sedangkan untuk kemampuan pedagogik dan profesional guru akan di lanjut pada PLPG sesuai dengan jurusannya. Jadi kemungkinan soal yang sama berlaku pada semua jenjang tingkat sekolah, mulai TK sampai SMA.
Nanti setelah lolos Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 tahap awal kemudian mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) maka nanti akan ada uji kompetensi akhir sesuai dengan materi yang telah disampaikan sewaktu mengikuti PLPG
Contoh Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012
Yang banyak beredar di internet saat ini adalah Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru tahun lalu sebagai ujian akhir uji kompetensi. Namun tidak ada salahnya apabila calon penerima sertifikasi guru 2012 mempelajari sebagai bahan materi.
Contoh soal meliputi:
Soal Uji Materi Pedagogik, Soal Uji Kompetensi Profesional, Soal Uji Kompetensi Sosial, Soal Uji Kompetensi Kepribadian.
Bapak Ibu yang sertifikasi tahun 2012 ini... kami cukup memahami Bp/Ibu galau dan cemas dengan adanya tes awal ini..... tapi ya sudahlah... ikuti saja... tetaap santai tapi belajar... Mudah-mudahan Alloh memberi jalan yang terbaik ....
Berikut ini saya beri link untuk Prediksi Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 mudah-mudahan banyak yang keluar. Semoga dapat membantu bapak ibu yang sertifikasi tahun 2012 ini.
Silahkan dilihat klik disini
Jika gagal mohon sabar dan ulangi sekali lagi, mengingat dalam waktu yg bersamaan banyak yang membuka web ini.
Contoh Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 - Sebenarnya untuk contoh soal yang akan diujikan pada Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 tahap awal nanti masih merupakan rahasia. Kepala LPMP Jatim sendiri, belum melihat bentuk dan contoh kongkritnya. Hanya secara garis besar, uji kompetensi awal merupakan dasar dari kemampuan profesional guru sesuai dengan pedoman, tuntunan, peraturan kemdiknas dll, tentang profesionalisme guru.
Perlu diingat, materi Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 tahap awal adalah menitik beratkan pada kemampuan kompetensi pedagogik, kepribadian dan sosial sedangkan untuk kemampuan pedagogik dan profesional guru akan di lanjut pada PLPG sesuai dengan jurusannya. Jadi kemungkinan soal yang sama berlaku pada semua jenjang tingkat sekolah, mulai TK sampai SMA.
Nanti setelah lolos Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 tahap awal kemudian mengikuti Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) maka nanti akan ada uji kompetensi akhir sesuai dengan materi yang telah disampaikan sewaktu mengikuti PLPG
Contoh Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012
Yang banyak beredar di internet saat ini adalah Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru tahun lalu sebagai ujian akhir uji kompetensi. Namun tidak ada salahnya apabila calon penerima sertifikasi guru 2012 mempelajari sebagai bahan materi.
Contoh soal meliputi:
Soal Uji Materi Pedagogik, Soal Uji Kompetensi Profesional, Soal Uji Kompetensi Sosial, Soal Uji Kompetensi Kepribadian.
Bapak Ibu yang sertifikasi tahun 2012 ini... kami cukup memahami Bp/Ibu galau dan cemas dengan adanya tes awal ini..... tapi ya sudahlah... ikuti saja... tetaap santai tapi belajar... Mudah-mudahan Alloh memberi jalan yang terbaik ....
Berikut ini saya beri link untuk Prediksi Soal Uji Kompetensi untuk Sertifikasi Guru 2012 mudah-mudahan banyak yang keluar. Semoga dapat membantu bapak ibu yang sertifikasi tahun 2012 ini.
Silahkan dilihat klik disini
Jika gagal mohon sabar dan ulangi sekali lagi, mengingat dalam waktu yg bersamaan banyak yang membuka web ini.
Rabu, 15 Februari 2012
FOTO KEJUARAAN TK NASIONAL 2011
JUARA 1 TK NASIONAL LOMBA KEBERHASILAN GURU DLM PEMBL 2011.
JUARA 1 TK NASIONAL LOMBA KREASI DAN INOVASI MEDIA PEMBL 2011
JUARA 1 TK NASIONAL LOMBA KREASI DAN INOVASI MEDIA PEMBL 2011
Minggu, 05 Februari 2012
CONTOH RPP RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERKARAKTER SMP
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPS
Kelas / Semester : IX / Ganjil
Materi : Usaha Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan pada Peristiwa Pertempuran 10 November di Surabaya
Alokasi Waktu : 2 x 40’ ( 1 x pertemuan )
Tahun Pelajaran : 2010/2011
I. STANDAR KOMPETENSI
Memahami usaha mempertahankan kemerdekaan
II. KOMPETENSI DASAR
Mengidentifikasi usaha perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
III. INDIKATOR
1. Menjelaskan perjuangan bersenjata melawan sekutu pada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.
2. Menceritakan kembali kronologis peristiwa pertempuran 10 November 1945 didepan kelas dengan kratif dan penuh percaya diri.
3. Memahami penetapan 10 November sebagai hari pahlawan bangsa Indonesia dengan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur.
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran siswa dapat :
1. Menjelaskan perjuangan bersenjata pada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.
2. Menceritakan kembali didepan kelas(presentasi) tentang jalanya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dengan kratif dan penuh percaya diri.
3. Menghargai semangat dan jasa para pahlawan dan mendukung 10 November dijadikannya sebagai hari pahlawan bagi seluruh bangsa Indonesia.
V. MATERI PEMBELAJARAN
1. Peristiwa Pertempuran 10 Nopember di Surabaya.
Peringatan itu sebagai salah satu bentuk penghargaan bangsa Indonesia terhadap kepahlawanan rakyat Surabaya pada tanggal 10 Nopember 1945 yang merupakan tekad perjuangan seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Masih banyak lagi pahlawan-pahlawan kusuma bangsa yang telah rela berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
2. Kedatangan Sekutu dan NICA
Kehadiran pasukan Sekutu yang membawa orang-orang NICA pada tanggal 29 September 1945 sangat mencemaskan rakyat dan pemerintah RI. Keadaan ini semakin memanas ketika NICA mempersenjatai kembali bekas KNIL yang baru dilepaskan dari tahanan Jepang. Di beberapa daerah muncul perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut, salah satunya yang terkenal sebagai hari pahlawan kita adalah pertempuran 10 November di Surabaya.
3. Kronologis Pertempuran 10 November di Surabaya
Pada tanggal 25 Oktober 1945 Brigade 49 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal A W.S. Mallaby mendarat di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Brigade ini merupakan bagian dari Divisi India ke-23, dibawah pimpinan Jenderal D.C. Hawthorn. Mereka mendapat tugas melucuti tentara Jepang dan menyelamatkan tawanan Sekutu. Pada tanggal 26 Oktober 1945 pasukan Sekutu melanggar kesepakatan terbukti melakukan penyergapan ke penjara Kalisosok. Mereka akan membebaskan para tawanan Belanda di antaranya adalah Kolonel Huiyer. Tindakan ini dilanjut-kan dengan penyebaran pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata senjata mereka. Rakyat Surabaya dan TKR bertekad untuk mengusir Sekutu dari bumi Indonesia dan tidak akan menyerahkan senjata mereka. Kontak senjata antara rakyat Surabaya melawan Inggris terjadi pada tanggal 27 Oktober 1945. Para pemuda dengan perjuangan yang gigih dapat melumpuhkan tank-tank Sekutu dan berhasil menguasai objek-objek vital. Strategi yang digunakan rakyat Surabaya adalah dengan mengepung dan menghancurkan pemusatan-pemusatan tentara Inggris kemudian melumpuhkan hubungan logistiknya. Serangan tersebut mencapai kemenangan yang gemilang walaupun di pihak kita banyak jatuh korban. Pada tanggal 29 Oktober 1945 Bung Karno beserta Jenderal D.C. Hawthorn tiba di Surabaya. Dalam perundingan antara pemerintah RI dengan Mallaby dicapai kesepakatan untuk menghentikan kontak senjata. Kesepakatan ini dilanggar oleh pihak Sekutu. Dalam salah satu insiden, Jenderal Mallaby terbunuh. Dengan terbunuhnya Mallaby, pihak Inggris menuntut pertanggungjawaban kepada rakyat Surabaya. Pada tanggal 9 November 1945 Mayor Jenderal E.C. Mansergh sebagai pengganti Mallaby mengeluarkan ultimatum yang sangat melukai bangsa Indonesia sebagai Negara yang telah merdeka.
Ultimatum ini jelas dirasakan sebagai penghinaan terhadap martabat bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Oleh karena itu rakyat Surabaya menolak ultimatum tersebut secara resmi melalui pernyataan Gubernur Suryo. Karena penolakan ultimatum itu maka meletuslah pertempuran pada tanggal 10 Nopember 1945. Melalui siaran radio yang dipancarkan dari Jl. Mawar No.4 Bung Tomo membakar semangat juang arek-arek Surabaya. Kobaran semangat Bung Tomo yang menggelegar. Kontak senjata pertama terjadi di Perak sampai pukul 18.00. Pasukan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Mansergh mengerahkan satu Divisi infantri sebanyak 10.000 - 15.000 orang dibantu tembakan dari laut oleh kapal perang penjelajah “Sussex” serta pesawat tempur “Mosquito” dan “Thunderbolt”. Dalam pertempuran di Surabaya ini seluruh unsur kekuatan rakyat bahu membahu, baik dari TKR, PRI, BPRI, Tentara Pelajar, Polisi Istimewa, BBI, PTKR maupun TKR laut di bawah Komandan Pertahanan Kota, Soengkono. Pertempuran yang berlangsung sampai akhir November 1945 ini rakyat Surabaya berhasil mempertahankan kota Surabaya dari gempuran Inggris walaupun jatuh korban yang banyak dari pihak Indonesia. Pertempuran di Surabaya merupakan pertempuran yang menggambarkan betapa hebatnya bangsa Indonesia mempertahankan tanah airnya sampai titik darah penghabisan. Bangsa kita mempertaruhkan bangsa ini baik korban harta, jiwa maupun raga. Mereka yang gugur dalam pertempuran 10 November menjadi pahlawan kusuma bangsa. Dan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama, dari menteri sosial, menteri pendidikan dan kebudayaan dan menteri kehakiman, menetapkan bahwa setiap tanggal 10 Novembar diperingati sebagai ”Hari Pahlawan”. Oleh karena itu setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Hal ini sebagai penghargaan atas jasa para pahlawan di Surabaya yang mempertahankan tanah air Indonesia dari kekuasaan asing dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.
VI. METODE PEMBELAJARAN
Metode Pembelajaran dengan menggunakan metode Fragmen Wayang Tokoh Sejarah dan menggunakan Media Wayang Tokoh Sejarah.
A. PENDAHULUAN
a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan memeriksa kehadiran siswa, kebersihan serta kerapian kelas.
b. Mengajukan pertanyaan apersepsi, yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang dipelajari meliputi:
Setelah Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, apakah perjuangan bangsa Indonesia berhenti sampai disini?
Apakah setelah kemerdekaan tercapai masih ada pihak-pihak asing yang ingin menguasai Indonesia kembali?
c. Memberikan motivasi siswa dengan cara:
Menampilkan gambar-gambar tentang betapa beratnya perjuangan mempertahankan kota Surabaya baik dengan jiwa maupun raga.
Agar para pahlawan tidak kecewa, kita sebagai penerus bangsa mengisi kemerdekaan ini dengan belajar yang rajin meraih cita-cita.
d. Menjelaskan tujuan pembelajaran/kompetensi dasar yang akan dicapai dengan menampilkan di layar LCD.
e. Menjelaskan cakupan materi tentang peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
f. Siswa dijelaskan skenario pembelajaran dengan Fragmen Wayang Tokoh Sejarah yang meliputi:
Penggunaan Media Wayang Tokoh Sejarah.
Membagi kelas menjadi enam kelompok diskusi, dan diberi nama tokoh-tokoh sejarah.
Masing-masing kelompok, membagi tugas sebagai ketua, anggota, dan membuat yel-yel kelompok.
B. KEGIATAN INTI
a. Kegiatan Eksplorasi
1. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari informasi yang luas dan mendalam dari berbagai sumber tentang topik peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya.
2. Memberikan informasi pancingan tentang topik peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya.
3. Siswa di perkenalkan satu persatu tokoh-tokoh wayang sejarah, serta peranannya masing-masing dalam peristiwa 10 November di Surabaya.
4. Siswa dibagikan lembar kerja dan dijelaskan tugas masing-masing kelompok (presentasi dengan media wayang tokoh sejarah).
b. Kegiatan Elaborasi
1. Dengan mengacu pada berbagai referensi, siswa mulai berdiskusi dan membuat resume/rangkuman dengan memberikan kesempatan untuk berkreasi dan berimajinasi dengan gaya bahasanya sendiri tentang alur cerita/kronologis peristiwa 10 November di Surabaya, yang nanti akan dipresentasikan didepan kelas.
2. Guru berkeliling kelas untuk membimbing kelompok dalam membuat narasi alur cerita/ kronologis peristiwa 10 November di Surabaya.
3. Kelompok secara bergantian tampil menceritakan kronologis peristiwa 10 November di Surabaya dengan memanfaatkan media wayang tokoh sejarah yang telah disediakan.
4. Kelompok lain mengomentari hasil tampilan kelompok penyaji baik dengan lesan maupun poling/ angket.
c. Kegiatan Konfirmasi
1. Guru memberikan umpan balik positif dan pengauatan dalam bentuk lisan/tulisan terhadap hasil tampilan siswa.
2. Guru memberikan contoh model kreatifitas dengan menampilkan fragmen media wayang tokoh sejarah tentang peristiwa 10 November di Surabaya, diiringi musik perjuangan.
3. Siswa dilibatkan dalam dialog-dialog singkat dengan dengan menjawab pertanyaan dan yel-yel yang diajukan oleh para tokoh sejarah (yang diperagakan atau didalangkan guru) contoh:
Rawe-rawe rantas, malang-malang puthung, Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...!!!
C. PENUTUP
a. Guru bersama siswa menyimpulkan alur cerita peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
b. Guru melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan yang meliputi:
Mengumumkan kelompok terbaik berdasarkan angket/poling siswa, sedangkan kelompok boleh mengumandangkan yel-yel kemenangan.
Memberikan penguatan dan penghargaan bagi kelompok aktif dalam bentuk lisan (tepuk tangan) maupun tulisan (nilai).
Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang kreatif dan belum berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
c. Memberikan rencana tindak lanjut pembelajaran dalam bentuk:
Informasi rencana ulangan harian pada pertemuan yang akan datang sekaligus diadakan program remidi dan pengayaan bagi yang mengikutinya sesuai dengan KKM yang telah ditentukan.
Memberikan tugas terstruktur maupun tidak terstruktur baik individu maupun kelompok untuk pertemuan pembelajaran berikutnya.
VII. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
1. Media Belajar
Media belajar menggunakan Media Wayang Tokoh Sejarah
Bentuk Media Wayang Tokoh Sejarah adalah sebagai berikut:
2. Sumber Belajar :
- Buku IPS 3 SMP Kelas IX, Ratna Sukmayani dkk, 2008, BSE Pusbuk.
- Buku IPS SMP Kelas IX, Sanusi fattah dkk, 2008, BSE Pusbuk.
- Buku IPS 3 SMP Kelas IX, Sutarto dkk, 2008, BSE Pusbuk.
- Buku IPS Sejarah 3, 2000, Penerbit Tiga Serangkai
- Buku IPS Sejarah 3, 2005, Penerbit, Aneka Ilmu
- http://www.depdiknas.go.id/,
- http://www.sekolah-online.net/
- http://www.e-dukasi.net/
- http://www.e-smartschool.com/
- http://www.arisriyadi.blogspot.com /
VIII. PENILAIAN
Penilaian dilakukan dengan menggunakan Tes dan Non Tes, dengan teknik dan bentuk instrumen sebagai berikut:
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh
Instrumen
1. Menjelaskan perjuangan bersenjata melawan sekutu pada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.
2. Menceritakan kembali kronologis peristiwa pertempuran 10 November 1945 didepan kelas dengan kratif dan penuh percaya diri.
3. Memahami penetapan 10 November sebagai hari pahlawan bangsa Indonesia dengan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur.
Tes Tulis
Pengamatan Presentasi
Pengukuran Sikap
Tes Uraian
Rubrik Penilaian Presentasi
Rubrik pengukuran Skala Sikap Skala Likert
1. Jekaskan yang melatar belakangi terjadinya pertempuran 10 Nopember di Surabaya!
2. Sebutkan isi ultimatum sekutu yang melukai arek-arek Surabaya!
3. Bagaimanakah reaksi arek-arek Surabaya dalam menghadapi ultimatum tersebut?
4. Jelaskan yang menjadi alasan para pemuda Surabaya mempertahankan kota Surabaya sampai titik darah penghabisan?
5. Jelaskan bagaimanakah serangan pasukan Sekutu dalam menggempur kota Surabaya, baik dari darat, laut maupun udara !
6. Jika tentara Sekutu pada pertempuran 10 November 1945 berbekal persenjataan lengkap dan canggih, maka bekal apa saja yang dimiliki para pemuda Surabaya dalam menghadapi pasukan sekutu?
7. Sebutkan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam mempertahankan kota Surabaya dari serangan Sekutu!
8. Bagaimanakah peranan Bung Tomo pada peristiwa 10 November di Surabaya dan tuliskan contoh kobaran semangat Bung Tomo di Surabaya!
9. Mengapa tanggal 10 Nopember dijadikan hari pahlawan bagi bangsa Indonesia?
10. Sebutkan sejumlah kementrian yang memperkuat hari pahlawan jatuh pada tanggal 10 Nopember!
Terlampir
1. Soal Tes Tertulis Bentuk Uraian (Cognitif)
1. Jekaskan yang melatar belakangi terjadinya pertempuran 10 Nopember di Surabaya!
2. Sebutkan isi ultimatum sekutu yang melukai arek-arek Surabaya!
3. Bagaimanakah reaksi arek-arek Surabaya dalam menghadapi ultimatum tersebut?
4. Jelaskan yang menjadi alasan para pemuda Surabaya mempertahankan kota Surabaya sampai titik darah penghabisan?
5. Jelaskan bagaimanakah serangan pasukan Sekutu dalam menggempur kota Surabaya, baik dari darat, laut maupun udara !
6. Jika tentara Sekutu pada pertempuran 10 November 1945 berbekal persenjataan lengkap dan canggih, maka bekal apa saja yang dimiliki para pemuda Surabaya dalam menghadapi pasukan sekutu?
7. Sebutkan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam mempertahankan kota Surabaya dari serangan Sekutu!
8. Bagaimanakah peranan Bung Tomo pada peristiwa 10 November di Surabaya dan tuliskan contoh kobaran semangat Bung Tomo di Surabaya!
9. Mengapa tanggal 10 Nopember dijadikan hari pahlawan bagi bangsa Indonesia?
10. Sebutkan sejumlah kementrian yang memperkuat hari pahlawan jatuh pada tanggal 10 Nopember!
Pedoman Penilaian Tes Tertulis, Bentuk Uraian :
No Soal Kunci Jawaban Skor Max Soal Jml Skor Max Nilai Max
(20x5)
JUMLAH NILAI MAX. 100
2. Rubrik Pengamatan Presentasi (Psikomotor)
No Kelompok/
Nama siswa Aspek Penilaian Jumlah Skor Nilai
(Jml Skor :4)
1 2 3 4
1. Achmad Barori
2. Agus Winarno
3. Aji Santoso
dst Dst …..
Keterangan Aspek Penilaian:
1. Keruntutan kronologis peristiwa sejarah
2. Keberanian mengemukakan pendapat
3. Kerjasama dan kekompakan dalam kelompok
4. Pelafalan, jeda dan intonasi
Pedoman Penskoran: Rentangan Nilai:
Nilai = Jml skor yang diperoleh
4
Skor maksimal 100
Nilai maksimal 100
3. Rubrik pengamatan Sikap (Afektif)
Berilah tanda (√) dari pernyataan yang ada sesuai dengan pendapatmu!
No
Pernyataan / Pertanyaan Jawaban SS S N TS STS
1. Peristiwa 10 November merupakan peristiwa heroik yang layak diperingati sebagai hari pahlawan untuk seluruh bangsa Indonesia.
2. Jika para pejuang di Surabaya dahulu berjuang melawan Sekutu, maka tugas kita sekarang adalah berjuang melawan kebodohan dengan belajar yang rajin.
3. Semangat mempertahankan tanah air sampai titik darah penghabisan oleh arek-arek Surabaya merupakan semangat kedaerahan yang dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa.
Sikap para pemuda surabaya terhadap ultimatum sekutu kurang tepat karena berakibat banyaknya korban jiwa di pihak Indonesia.
4. Pengorbanan baik jiwa maupun raga oleh arek-arek Surabaya merupakan pengorbanan untuk mempertahankan tanah air Indonesia. Untuk menghargai jasa para pahlawan maka perlu kita kenang dengan kegiatan-kegiatan lomba di sekolah.
Keterangan:
SS : sangat setuju
S : setuju
N : netral
TS : tidak setuju
STS: sangat tidak setuju
Pedoman penskoran:
Skor yang diberikan terhadap butir instrumen afektif dalam bentuk skala Likert bergantung pada pernyataan positif atau negatif. Jika pernyataan positif maka berlaku semakin positif semakin besar skor yang diberikan. Sedangkan pernyataan negatif berlaku kebalikannya.
SKOR SKALA SIKAP
Pernyataan Positif/Mendukung Penyataan Negatif/Menolak
Pernyataan Skor Pernyataan Skor
Sangat Setuju 5 Sangat Setuju 1
Setuju 4 Setuju 2
Netral 3 Netral 3
Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 4
Sangat Tidak Setuju 1 Sangat Tidak Setuju 5
Rentang Kriteria Sikap:
No Rentang Skor Kriteria Sikap
1 19–25 Positif
2 12–18 Netral
3 5–11 Negatif
Widodaren, 14 April 2011
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
Kepala SMP Negeri 4 Widodaren Ilmu Pengetahuan Sosial
ARIS RIYADI, S.Pd., M.Pd.
NIP.197310041997031004
Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : IPS
Kelas / Semester : IX / Ganjil
Materi : Usaha Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan pada Peristiwa Pertempuran 10 November di Surabaya
Alokasi Waktu : 2 x 40’ ( 1 x pertemuan )
Tahun Pelajaran : 2010/2011
I. STANDAR KOMPETENSI
Memahami usaha mempertahankan kemerdekaan
II. KOMPETENSI DASAR
Mengidentifikasi usaha perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
III. INDIKATOR
1. Menjelaskan perjuangan bersenjata melawan sekutu pada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.
2. Menceritakan kembali kronologis peristiwa pertempuran 10 November 1945 didepan kelas dengan kratif dan penuh percaya diri.
3. Memahami penetapan 10 November sebagai hari pahlawan bangsa Indonesia dengan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur.
IV. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran siswa dapat :
1. Menjelaskan perjuangan bersenjata pada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.
2. Menceritakan kembali didepan kelas(presentasi) tentang jalanya pertempuran 10 November 1945 di Surabaya dengan kratif dan penuh percaya diri.
3. Menghargai semangat dan jasa para pahlawan dan mendukung 10 November dijadikannya sebagai hari pahlawan bagi seluruh bangsa Indonesia.
V. MATERI PEMBELAJARAN
1. Peristiwa Pertempuran 10 Nopember di Surabaya.
Peringatan itu sebagai salah satu bentuk penghargaan bangsa Indonesia terhadap kepahlawanan rakyat Surabaya pada tanggal 10 Nopember 1945 yang merupakan tekad perjuangan seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Masih banyak lagi pahlawan-pahlawan kusuma bangsa yang telah rela berkorban untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
2. Kedatangan Sekutu dan NICA
Kehadiran pasukan Sekutu yang membawa orang-orang NICA pada tanggal 29 September 1945 sangat mencemaskan rakyat dan pemerintah RI. Keadaan ini semakin memanas ketika NICA mempersenjatai kembali bekas KNIL yang baru dilepaskan dari tahanan Jepang. Di beberapa daerah muncul perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan tersebut, salah satunya yang terkenal sebagai hari pahlawan kita adalah pertempuran 10 November di Surabaya.
3. Kronologis Pertempuran 10 November di Surabaya
Pada tanggal 25 Oktober 1945 Brigade 49 di bawah pimpinan Brigadir Jenderal A W.S. Mallaby mendarat di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Brigade ini merupakan bagian dari Divisi India ke-23, dibawah pimpinan Jenderal D.C. Hawthorn. Mereka mendapat tugas melucuti tentara Jepang dan menyelamatkan tawanan Sekutu. Pada tanggal 26 Oktober 1945 pasukan Sekutu melanggar kesepakatan terbukti melakukan penyergapan ke penjara Kalisosok. Mereka akan membebaskan para tawanan Belanda di antaranya adalah Kolonel Huiyer. Tindakan ini dilanjut-kan dengan penyebaran pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata senjata mereka. Rakyat Surabaya dan TKR bertekad untuk mengusir Sekutu dari bumi Indonesia dan tidak akan menyerahkan senjata mereka. Kontak senjata antara rakyat Surabaya melawan Inggris terjadi pada tanggal 27 Oktober 1945. Para pemuda dengan perjuangan yang gigih dapat melumpuhkan tank-tank Sekutu dan berhasil menguasai objek-objek vital. Strategi yang digunakan rakyat Surabaya adalah dengan mengepung dan menghancurkan pemusatan-pemusatan tentara Inggris kemudian melumpuhkan hubungan logistiknya. Serangan tersebut mencapai kemenangan yang gemilang walaupun di pihak kita banyak jatuh korban. Pada tanggal 29 Oktober 1945 Bung Karno beserta Jenderal D.C. Hawthorn tiba di Surabaya. Dalam perundingan antara pemerintah RI dengan Mallaby dicapai kesepakatan untuk menghentikan kontak senjata. Kesepakatan ini dilanggar oleh pihak Sekutu. Dalam salah satu insiden, Jenderal Mallaby terbunuh. Dengan terbunuhnya Mallaby, pihak Inggris menuntut pertanggungjawaban kepada rakyat Surabaya. Pada tanggal 9 November 1945 Mayor Jenderal E.C. Mansergh sebagai pengganti Mallaby mengeluarkan ultimatum yang sangat melukai bangsa Indonesia sebagai Negara yang telah merdeka.
Ultimatum ini jelas dirasakan sebagai penghinaan terhadap martabat bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang cinta damai tetapi lebih cinta kemerdekaan. Oleh karena itu rakyat Surabaya menolak ultimatum tersebut secara resmi melalui pernyataan Gubernur Suryo. Karena penolakan ultimatum itu maka meletuslah pertempuran pada tanggal 10 Nopember 1945. Melalui siaran radio yang dipancarkan dari Jl. Mawar No.4 Bung Tomo membakar semangat juang arek-arek Surabaya. Kobaran semangat Bung Tomo yang menggelegar. Kontak senjata pertama terjadi di Perak sampai pukul 18.00. Pasukan Sekutu di bawah pimpinan Jenderal Mansergh mengerahkan satu Divisi infantri sebanyak 10.000 - 15.000 orang dibantu tembakan dari laut oleh kapal perang penjelajah “Sussex” serta pesawat tempur “Mosquito” dan “Thunderbolt”. Dalam pertempuran di Surabaya ini seluruh unsur kekuatan rakyat bahu membahu, baik dari TKR, PRI, BPRI, Tentara Pelajar, Polisi Istimewa, BBI, PTKR maupun TKR laut di bawah Komandan Pertahanan Kota, Soengkono. Pertempuran yang berlangsung sampai akhir November 1945 ini rakyat Surabaya berhasil mempertahankan kota Surabaya dari gempuran Inggris walaupun jatuh korban yang banyak dari pihak Indonesia. Pertempuran di Surabaya merupakan pertempuran yang menggambarkan betapa hebatnya bangsa Indonesia mempertahankan tanah airnya sampai titik darah penghabisan. Bangsa kita mempertaruhkan bangsa ini baik korban harta, jiwa maupun raga. Mereka yang gugur dalam pertempuran 10 November menjadi pahlawan kusuma bangsa. Dan untuk menghargai jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama, dari menteri sosial, menteri pendidikan dan kebudayaan dan menteri kehakiman, menetapkan bahwa setiap tanggal 10 Novembar diperingati sebagai ”Hari Pahlawan”. Oleh karena itu setiap tanggal 10 November bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan. Hal ini sebagai penghargaan atas jasa para pahlawan di Surabaya yang mempertahankan tanah air Indonesia dari kekuasaan asing dan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.
VI. METODE PEMBELAJARAN
Metode Pembelajaran dengan menggunakan metode Fragmen Wayang Tokoh Sejarah dan menggunakan Media Wayang Tokoh Sejarah.
A. PENDAHULUAN
a. Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran dengan memeriksa kehadiran siswa, kebersihan serta kerapian kelas.
b. Mengajukan pertanyaan apersepsi, yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang dipelajari meliputi:
Setelah Indonesia merdeka tanggal 17 Agustus 1945, apakah perjuangan bangsa Indonesia berhenti sampai disini?
Apakah setelah kemerdekaan tercapai masih ada pihak-pihak asing yang ingin menguasai Indonesia kembali?
c. Memberikan motivasi siswa dengan cara:
Menampilkan gambar-gambar tentang betapa beratnya perjuangan mempertahankan kota Surabaya baik dengan jiwa maupun raga.
Agar para pahlawan tidak kecewa, kita sebagai penerus bangsa mengisi kemerdekaan ini dengan belajar yang rajin meraih cita-cita.
d. Menjelaskan tujuan pembelajaran/kompetensi dasar yang akan dicapai dengan menampilkan di layar LCD.
e. Menjelaskan cakupan materi tentang peristiwa pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.
f. Siswa dijelaskan skenario pembelajaran dengan Fragmen Wayang Tokoh Sejarah yang meliputi:
Penggunaan Media Wayang Tokoh Sejarah.
Membagi kelas menjadi enam kelompok diskusi, dan diberi nama tokoh-tokoh sejarah.
Masing-masing kelompok, membagi tugas sebagai ketua, anggota, dan membuat yel-yel kelompok.
B. KEGIATAN INTI
a. Kegiatan Eksplorasi
1. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mencari informasi yang luas dan mendalam dari berbagai sumber tentang topik peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya.
2. Memberikan informasi pancingan tentang topik peristiwa pertempuran 10 November di Surabaya.
3. Siswa di perkenalkan satu persatu tokoh-tokoh wayang sejarah, serta peranannya masing-masing dalam peristiwa 10 November di Surabaya.
4. Siswa dibagikan lembar kerja dan dijelaskan tugas masing-masing kelompok (presentasi dengan media wayang tokoh sejarah).
b. Kegiatan Elaborasi
1. Dengan mengacu pada berbagai referensi, siswa mulai berdiskusi dan membuat resume/rangkuman dengan memberikan kesempatan untuk berkreasi dan berimajinasi dengan gaya bahasanya sendiri tentang alur cerita/kronologis peristiwa 10 November di Surabaya, yang nanti akan dipresentasikan didepan kelas.
2. Guru berkeliling kelas untuk membimbing kelompok dalam membuat narasi alur cerita/ kronologis peristiwa 10 November di Surabaya.
3. Kelompok secara bergantian tampil menceritakan kronologis peristiwa 10 November di Surabaya dengan memanfaatkan media wayang tokoh sejarah yang telah disediakan.
4. Kelompok lain mengomentari hasil tampilan kelompok penyaji baik dengan lesan maupun poling/ angket.
c. Kegiatan Konfirmasi
1. Guru memberikan umpan balik positif dan pengauatan dalam bentuk lisan/tulisan terhadap hasil tampilan siswa.
2. Guru memberikan contoh model kreatifitas dengan menampilkan fragmen media wayang tokoh sejarah tentang peristiwa 10 November di Surabaya, diiringi musik perjuangan.
3. Siswa dilibatkan dalam dialog-dialog singkat dengan dengan menjawab pertanyaan dan yel-yel yang diajukan oleh para tokoh sejarah (yang diperagakan atau didalangkan guru) contoh:
Rawe-rawe rantas, malang-malang puthung, Allohu Akbar... Allohu Akbar... Allohu Akbar...!!!
C. PENUTUP
a. Guru bersama siswa menyimpulkan alur cerita peristiwa 10 November 1945 di Surabaya.
b. Guru melakukan penilaian dan refleksi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan yang meliputi:
Mengumumkan kelompok terbaik berdasarkan angket/poling siswa, sedangkan kelompok boleh mengumandangkan yel-yel kemenangan.
Memberikan penguatan dan penghargaan bagi kelompok aktif dalam bentuk lisan (tepuk tangan) maupun tulisan (nilai).
Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang kreatif dan belum berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
c. Memberikan rencana tindak lanjut pembelajaran dalam bentuk:
Informasi rencana ulangan harian pada pertemuan yang akan datang sekaligus diadakan program remidi dan pengayaan bagi yang mengikutinya sesuai dengan KKM yang telah ditentukan.
Memberikan tugas terstruktur maupun tidak terstruktur baik individu maupun kelompok untuk pertemuan pembelajaran berikutnya.
VII. MEDIA DAN SUMBER BELAJAR
1. Media Belajar
Media belajar menggunakan Media Wayang Tokoh Sejarah
Bentuk Media Wayang Tokoh Sejarah adalah sebagai berikut:
2. Sumber Belajar :
- Buku IPS 3 SMP Kelas IX, Ratna Sukmayani dkk, 2008, BSE Pusbuk.
- Buku IPS SMP Kelas IX, Sanusi fattah dkk, 2008, BSE Pusbuk.
- Buku IPS 3 SMP Kelas IX, Sutarto dkk, 2008, BSE Pusbuk.
- Buku IPS Sejarah 3, 2000, Penerbit Tiga Serangkai
- Buku IPS Sejarah 3, 2005, Penerbit, Aneka Ilmu
- http://www.depdiknas.go.id/,
- http://www.sekolah-online.net/
- http://www.e-dukasi.net/
- http://www.e-smartschool.com/
- http://www.arisriyadi.blogspot.com /
VIII. PENILAIAN
Penilaian dilakukan dengan menggunakan Tes dan Non Tes, dengan teknik dan bentuk instrumen sebagai berikut:
Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian
Teknik Bentuk
Instrumen Contoh
Instrumen
1. Menjelaskan perjuangan bersenjata melawan sekutu pada peristiwa pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.
2. Menceritakan kembali kronologis peristiwa pertempuran 10 November 1945 didepan kelas dengan kratif dan penuh percaya diri.
3. Memahami penetapan 10 November sebagai hari pahlawan bangsa Indonesia dengan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur.
Tes Tulis
Pengamatan Presentasi
Pengukuran Sikap
Tes Uraian
Rubrik Penilaian Presentasi
Rubrik pengukuran Skala Sikap Skala Likert
1. Jekaskan yang melatar belakangi terjadinya pertempuran 10 Nopember di Surabaya!
2. Sebutkan isi ultimatum sekutu yang melukai arek-arek Surabaya!
3. Bagaimanakah reaksi arek-arek Surabaya dalam menghadapi ultimatum tersebut?
4. Jelaskan yang menjadi alasan para pemuda Surabaya mempertahankan kota Surabaya sampai titik darah penghabisan?
5. Jelaskan bagaimanakah serangan pasukan Sekutu dalam menggempur kota Surabaya, baik dari darat, laut maupun udara !
6. Jika tentara Sekutu pada pertempuran 10 November 1945 berbekal persenjataan lengkap dan canggih, maka bekal apa saja yang dimiliki para pemuda Surabaya dalam menghadapi pasukan sekutu?
7. Sebutkan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam mempertahankan kota Surabaya dari serangan Sekutu!
8. Bagaimanakah peranan Bung Tomo pada peristiwa 10 November di Surabaya dan tuliskan contoh kobaran semangat Bung Tomo di Surabaya!
9. Mengapa tanggal 10 Nopember dijadikan hari pahlawan bagi bangsa Indonesia?
10. Sebutkan sejumlah kementrian yang memperkuat hari pahlawan jatuh pada tanggal 10 Nopember!
Terlampir
1. Soal Tes Tertulis Bentuk Uraian (Cognitif)
1. Jekaskan yang melatar belakangi terjadinya pertempuran 10 Nopember di Surabaya!
2. Sebutkan isi ultimatum sekutu yang melukai arek-arek Surabaya!
3. Bagaimanakah reaksi arek-arek Surabaya dalam menghadapi ultimatum tersebut?
4. Jelaskan yang menjadi alasan para pemuda Surabaya mempertahankan kota Surabaya sampai titik darah penghabisan?
5. Jelaskan bagaimanakah serangan pasukan Sekutu dalam menggempur kota Surabaya, baik dari darat, laut maupun udara !
6. Jika tentara Sekutu pada pertempuran 10 November 1945 berbekal persenjataan lengkap dan canggih, maka bekal apa saja yang dimiliki para pemuda Surabaya dalam menghadapi pasukan sekutu?
7. Sebutkan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam mempertahankan kota Surabaya dari serangan Sekutu!
8. Bagaimanakah peranan Bung Tomo pada peristiwa 10 November di Surabaya dan tuliskan contoh kobaran semangat Bung Tomo di Surabaya!
9. Mengapa tanggal 10 Nopember dijadikan hari pahlawan bagi bangsa Indonesia?
10. Sebutkan sejumlah kementrian yang memperkuat hari pahlawan jatuh pada tanggal 10 Nopember!
Pedoman Penilaian Tes Tertulis, Bentuk Uraian :
No Soal Kunci Jawaban Skor Max Soal Jml Skor Max Nilai Max
(20x5)
JUMLAH NILAI MAX. 100
2. Rubrik Pengamatan Presentasi (Psikomotor)
No Kelompok/
Nama siswa Aspek Penilaian Jumlah Skor Nilai
(Jml Skor :4)
1 2 3 4
1. Achmad Barori
2. Agus Winarno
3. Aji Santoso
dst Dst …..
Keterangan Aspek Penilaian:
1. Keruntutan kronologis peristiwa sejarah
2. Keberanian mengemukakan pendapat
3. Kerjasama dan kekompakan dalam kelompok
4. Pelafalan, jeda dan intonasi
Pedoman Penskoran: Rentangan Nilai:
Nilai = Jml skor yang diperoleh
4
Skor maksimal 100
Nilai maksimal 100
3. Rubrik pengamatan Sikap (Afektif)
Berilah tanda (√) dari pernyataan yang ada sesuai dengan pendapatmu!
No
Pernyataan / Pertanyaan Jawaban SS S N TS STS
1. Peristiwa 10 November merupakan peristiwa heroik yang layak diperingati sebagai hari pahlawan untuk seluruh bangsa Indonesia.
2. Jika para pejuang di Surabaya dahulu berjuang melawan Sekutu, maka tugas kita sekarang adalah berjuang melawan kebodohan dengan belajar yang rajin.
3. Semangat mempertahankan tanah air sampai titik darah penghabisan oleh arek-arek Surabaya merupakan semangat kedaerahan yang dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa.
Sikap para pemuda surabaya terhadap ultimatum sekutu kurang tepat karena berakibat banyaknya korban jiwa di pihak Indonesia.
4. Pengorbanan baik jiwa maupun raga oleh arek-arek Surabaya merupakan pengorbanan untuk mempertahankan tanah air Indonesia. Untuk menghargai jasa para pahlawan maka perlu kita kenang dengan kegiatan-kegiatan lomba di sekolah.
Keterangan:
SS : sangat setuju
S : setuju
N : netral
TS : tidak setuju
STS: sangat tidak setuju
Pedoman penskoran:
Skor yang diberikan terhadap butir instrumen afektif dalam bentuk skala Likert bergantung pada pernyataan positif atau negatif. Jika pernyataan positif maka berlaku semakin positif semakin besar skor yang diberikan. Sedangkan pernyataan negatif berlaku kebalikannya.
SKOR SKALA SIKAP
Pernyataan Positif/Mendukung Penyataan Negatif/Menolak
Pernyataan Skor Pernyataan Skor
Sangat Setuju 5 Sangat Setuju 1
Setuju 4 Setuju 2
Netral 3 Netral 3
Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 4
Sangat Tidak Setuju 1 Sangat Tidak Setuju 5
Rentang Kriteria Sikap:
No Rentang Skor Kriteria Sikap
1 19–25 Positif
2 12–18 Netral
3 5–11 Negatif
Widodaren, 14 April 2011
Mengetahui, Guru Mata Pelajaran
Kepala SMP Negeri 4 Widodaren Ilmu Pengetahuan Sosial
ARIS RIYADI, S.Pd., M.Pd.
NIP.197310041997031004
Langganan:
Postingan (Atom)



