SELAMAT KEPADA SANG JUARA :
JUARA 1 ARIS RIYADI SMPN 2 PITU, KAB NGAWI, JAWA TIMUR
JUARA 2 BUDI SETYARSO SMPN 2 PONJONG, GUNUNG KIDUL, DIY
JUARA 3 VIZA SUHANNA SMPN 1 KRUAENG SABEE, NANGROE ACEH DARUSALAM
JUARA 1 MENDAPAT 25 JT + LAPTOP, JUARA 2 20 JT, DAN JUARA 3 15 JT.
Sabtu, 02 Januari 2016
Minggu, 12 April 2015
KEHIDUPAN POLITIK DI INDONESIA MEMASUKI ERA ZAMAN EDAN
Kehidupan
elit politik di era reformasi politik memasuki zaman edan. Irama
perpolitikan nasional tdk patut diconto oleh anak" kita. Pertengkaran
sesama anak bangsa, terutama elite politik dan penguasa, tidak kunjung selesai.
Pertengkaran di tubuh Golkar, PPP, KPK, Polri, MK dll menunjukkan bukti betapa
parahnya bangsa ini... Masing-masing anak bangsa selalu merasa paling hebat,
paling mampu, paling pintar, dan paling benar sendiri. Para tokoh nasional yang
memimpin negeri ini belum menunjukkan berbagai sosok negarawan karena dalam
memimpin lebih mengutamakan kepentingan politik golongan/kelompok daripada
kepentingan bangsa (rakyat) secara luas. Ini diperparah tdk adanya figur pemersatu
bangsa. Setelah Ir Soekarno dan HM Soeharto, tidak ada tokoh nasional yang
benar-benar bisa mempersatukan bangsa ini. Mungkin perlu muncul satrio piningit
baru Fenomena saling sikut dan budaya menang sendiri menguat sejak era
reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.Keadaan tsb
diperparah adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk
menghancurkankeutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin
menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara
bangsa. Konspirasi global terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan
menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus
investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi
manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran,
kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang
dengan segmen generasi muda.
Penyebab lain Indonesia akan”‘pecah” dalam penilaiannya
adalah faktor nama. Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia
sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India
Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah
sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland
in-Asia atau kalau diartikan secara bebas nama Indonesia sama dengan singkatan
Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda
memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia
menjadi bangsa dan negara yang besar. Nama orisinil kawasan negeri ini yang
benar adalah Nusantara, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau)
dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan
terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di
dunia. Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini
sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari
Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal
dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan. Namun, karena
perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen
baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan)
mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta
memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi
penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap
keutuhan republik ini.
Nama Jakarta, memiliki konotasi negatif bagi sebagian
besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman
perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara
besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya
dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat
sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.
Zaman edan ini diperparah dengan pasca Pilpres tahun 2014
lalu. sejumlah tokoh yang kalah masih mampu mengendalikan diri, tapi gejolak
massa akar rumput yang berasal dari massa pendukung tidak mau menerima
kekalahan jago pilihannya. Mereka lalu mempersiapkan diri untuk maju bertarung
lagi pada Pilpres 2019 yg akan datang.
Saya punya prediksi Pilpres 2019 akan datang adalah puncak
ledakan dashyat gunung es yang benar-benar membahayakan integrasi Indonesia. Pola
siklus 7 abad atau 70 th-an akan berulang.. Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa
pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah
kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 th kerajaan itu mulai buyar & muncul
banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama
Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M)
lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu
berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun
bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang
dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun
hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad
20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama
Republik Indonesia (abad 20-21).
Nah.... Pd tahun 2019 nanti akan bertepatan RI merayakan
HUT-nya yang ke-74. Apakah sejarah akan berulang
Agar Indonesia tidak pecah, dia menyerukan seluruh elemen
bangsa untuk bersatu dan bersatu. Dia berharap seluruh bangsa menyadari ancaman
yang ada di depan mata dan kemudian saling bergandengan tangan bersatu untuk
menyelesaikan semua permasalahan bangsa. ini peringatan dini, sebagai salah
satu wujud untuk berupaya menyelamatkan Indonesia dari ancaman kehancuran.
Dengan adanya buku ini diharapkan semoga anak-anak bangsa mulai menyadari bahwa
hantu Indonesia pecah sudah berada di depan mata. Kalau sudah paham, diharapkan
mulai tumbuh kesadaran dari dalam hati lalu secara bersama-sama mengambil
langkah untuk mencegah.
Sabtu, 26 April 2014
Sertifikasi guru dihapus apabila jokowi presiden?
Saya jadi ikut resah gara-gara ada
sms yang beredar tentang penghapusan sertifikasi jika Jokowi jadi presiden...
Trus disitu juag menyangkut nama-nama PGRI segala. Bahkan mengajak tidak
memilih Jokowi segala... Sumbernyapun tidak jelas. Di sms hanya berbunyi
begini:
“Dalam acara wacana 1jam di TV one bersama Jokowi “ isi bahwa Jokowi akan menghapus
tunj sertifikasi dan BLTkarena dianggap menghambur-hamburkan uang negara”
bagaimana menurut anda? Merasa akan rugikah , HIDUP PGRI, BERSATULAH GURU IND’
sebarkan ke teman guru dimanapun dia berada ok? “
Sms tsb meresahkan. Maka mari kita bahas sejenak...
Berdasarkan banyak lembaga survei
yang dilakukan sebelum pemilu kemarin, Jokowi memang sosok terkuat untuk
menjadi Calon Presiden periode 2014-2019 ini, bahkan dengan
persentase antara 25%-40% dia jauh meninggalkan lawan2nya. (hasil lengkap
survei dapat dilihat disini : klik) .
Namun semua prediksi pakar-pakar
survei dan juga lembaga survei mengenai kemenangan jokowi pada pilpres
2014 itu nampaknya akan semakin menyusut menjelang pemilihan presiden
dalam waktu dekat ini. Dikarenakan semakin banyaknya kampanye hitam (Black Campaign)
yang dilakukan oleh seseorang/sekolompok orang (saya tidak mau menyebut siapa
atau dari kelompok apa atau yang mendukung capres siapa) yang jelas mereka
secara kompak menyerukan untuk tidak memilih jokowi pada pilpres mendatang.
Mungkin anda semua pernah dengar bahwa jokowi adalah boneka-nya mega, atau
jokowi adalah antek-antek-nya orang china dan amerika, atau jokowi yang
menguasai media-media pemberitaan, atau mengenai kristenisasi indonesia. Namun
isu-isu tersebut menurut saya masih belum mampu mempengaruhi elektabilitas
jokowi, karena memang isu2 tersebut hanya ramai dibicarakan di dunia maya saja.
Bisa dilihat sendiri pada
screenshoot sms diatas (itu adalah screenshot dari hape teman saya). Bahwa
mereka menaruh isu bahwa jokowi akan menghapus sertifikasi PNS dan BLT
(Bantuan Langsung Tunai) bagi masyarakat miskin. Mungkin sebagian dari anda
tidak familiar dengan kata-kata Sertifikasi diatas, tapi saya
yakin sekitar 4jt PNS yang ada di negeri ini pasti paham, karena
Sertifikasi PNS itu artinya sangat besar bagi para PNS, yakni peningkatan taraf
hidup mereka (tunjangan sertifikasi). Dimana apabila seritifikasi tersebut
dihapuskan maka tau sendiri kan dampaknya bagi PNS apa? yak, mereka sudah pasti
tidak setuju. Oleh karena itu mereka pasti akan sangat tercengang melihat SMS
tersebut, terlebih SMS tersebut datang dari orang yang mereka kenal (lihat
tulisan: ini saya dapat dari teman guru). Maka dengan meskipun tidak ada
perintah untuk menyebarkan-pun mereka pasti secara sukarela akan menyebarkan
SMS tersebut. Ya, jumlah PNS di negeri ini memang tidak begitu besar (4jt-an)
namun jangan tanya kekuatan mereka, mereka mempunyai Suami/Istri dan anak yang
pasti akan disuruh untuk tidak memilih Jokowi, belum lagi PNS di negeri ini
biasanya adalah orang-orang yang disegani di lingkungan masyarakat. Maka agar
keinginan mereka supaya Jokowi tidak menjadi presiden (karena isu tersebut)
tercapai maka mereka tidak segan untuk memberitahu orang lain bahkan dengan
isu-isu yang tidak efektif yang saya sebutkan sebutkan sebelumnya diatas. Oiya,
untuk anda ketahui saja, dengan kekuatan SMS dan isu tersebut saya perkirakan
> 20% dari jumlah DPT di negeri ini akan terpengaruh. Sebuah jumlah yang
amat besar pastinya.
Baiklah agar berita ini berimbang
antara isu dan fakta, maka saya akan mengemukakan fakta yang saya teliti
langsung, fakta ini saya dapatkan melalui bantuan “search engine” Google yang
merupakan mesin pencari “APAPUN” di internet. Silakan anda mencari berita di
mbah google.. apaun kuncinya... sialkan...
Hasilnya malahan tidak ada satu-pun
yang sesuai. Cukup aneh
memang apabila memang benar bahwa wacana jokowi akan menghapus sertifikasi itu
ada di salah satu TV swasta seperti yang disebutkan di SMS, maka sudah pasti
ada jejaknya minimal di google “si mesin pencari terhebat”.
Cukup ironis memang, di satu sisi
PNS adalah seorang yang “lebih pintar” dari kebanyakan orang, tapi disisi lain
mereka amat sensitif dengan isu yang menyangkut “dapur” mereka.
Karena saya adalah orang Islam maka
akan saya akhiri tulisan ini dengan ayat-ayat Al Qur’an mengenai BAHAYA
PENYEBARAN BERITA BOHONG:
إِنَّ الَّذِينَ
جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ
خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الإثْمِ وَالَّذِي
تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
(Sesungguhnya
orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga.
Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah
baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang
dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar
dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar). [QS An Nur : 11]
Sikap orang beriman itu seharusnya
tidak percaya ketika mendengar orang Islam yang lain diberitakan kejelekannya,
sampai ada bukti dan saksi-saksi yang memadai. (Mengapa di waktu kamu mendengar
berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik
terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita
bohong yang nyata). [QS An Nur : 12]
Tidak malah ikut menyebarkan berita
bohong tersebut dari mulut ke mulut. Seharusnya melakukan klarifikasi
(tabayyun) seperti telah difirmankan Allah swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ
جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ
فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
(Hai orang-orang yang beriman, jika
datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan
teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa
mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.) [QS
Al Hujurat : 6].
Tidak malah ikut berkontribusi
terhadap penyebaran berita bohong. Sudah sesat masih menyesatkan orang lain
lagi. Penyebaran berita bohong adalah persoalan yang besar di sisi Allah, maka
wajar kalau Allah mengancam penyebar berita bohong dengan adzab yang besar.
وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ
عَذَابٌ عَظِيمٌ (١٤)إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ
بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ
عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan
rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab
yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (ingatlah) di
waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan
dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya
suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar. [QS An Nur :
14-15]
Orang beriman tidak pantas percaya,
apalagi turut andil dalam menyebarkan berita bohong. Allah menerangkan
ayat-ayat-Nya bagi orang beriman untuk tidak berbuat seperti itu selama-lamanya.
وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ
مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ
(١٦)يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ
مُؤْمِنِينَ (١٧)وَيُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Dan mengapa kamu tidak berkata,
diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita
memperkatakan ini, Maha suci Engkau (ya Tuhan kami), ini adalah Dusta yang
besar.” Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti
itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. dan Allah menerangkan
ayat-ayatNya kepada kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. [QS An
Nur : 16-18]
Para penyebar berita bohong itu
diancam Allah dengan adzab yang pedih dunia akherat, sehingga bila tidak karena
kurnia dan rahmat-Nya mereka pasti ditimpa adzab yang besar.
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ
تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي
الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ
(١٩)وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ
رَحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang ingin
agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang
beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah
mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. dan Sekiranya tidaklah karena kurnia
Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha
Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). [QS An Nur : 19-20]
Saat ini perkembangan teknologi
informasi maju dengan pesat. Seharusnya umat Islam mensyukurinya dengan
memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk berdakwah, memberikan pencerahan,
menebarkan kebaikan, membangun akhlakkarimah demi menggapai ridho Allah.
Tidak untuk menebarkan berita
bohong. Ketika berita bohong telah tersebar melalui koran, radio, televisi,
internet dan media masa yang lain tidak mudah untuk menarik kembali. Pelurusan
bisa dilakukan, tetapi orang yang mendengar berita bohong itu belum tentu
mendengar pelurusannya.
Padahal semua itu harus
dipertanggung jawabkan di hadapan Allah di yaumul-hisab. Para penyebar berita
bohong itu matanya akan terbelalak, nyalinya akan menciut, dan jantungnya akan
berdegup kencang ketakutan, ketika mendengar palu diketuk keras, Allah
memutuskan:”Kalian semua masuk neraka!”
Untuk itu wahai saudaraku seiman seaqidah mari kita bertobat, kita
tinggalkan kebiasaan menyebar berita bohong. Mari kita mohon ampun kepada Allah
dan meminta maaf kepada orang yang telah kita dholimi.
Selasa, 19 November 2013
PARA JAWARA DI LKIG (LOMBA KREATIFITAS ILMIAH GURU) DI LIPI (LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA) 2013
Inilah para jawara di LKIG (Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru) tahun 2013, yang diselenggarakan oleh LIPI di Jakarta tanggal 13-15 Nopember 2013.
Rabu, 02 Oktober 2013
CONTOH RPP KURIKULUM 2013 LENGKAP
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana kerja yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai
satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam Standar Isi dan
dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas
mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator
atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
Silakan klik disini
atau
klik disini
Silakan klik disini
atau
klik disini
Peraturan baru Permendikbud tentang Kurikulum 2013
Dalam rangka menindaklanjuti dan
menjabarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, pemerintah melalui Kemendikbud telah menerbitkan sejumlah
peraturan baru yang berkaitan dengan kebijakan Kurikulum 2013, diantaranya tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan (SKL); (2) Standar Proses; (3) Standar Penilaian; (4) Struktur Kurikulum SD-MI, SMP-MTs, SMA-MA, dan SMK-MAK; dan (5) Buku Teks Pelajaran.
Standar Penilaian
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SD-MI
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMP-MTs
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK
Buku Teks Pelajaran
Selengkapnya disini anda Klik
Peraturan-peraturan tersebut selengkapnya dapat diunduh melalui tautan berikut ini:
Standar Kompetensi Lulusan
Standar ProsesStandar Penilaian
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SD-MI
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMP-MTs
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK
Buku Teks Pelajaran
Selengkapnya disini anda Klik
Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran
Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan
tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah
pendekatan saintifik/ilmiah. Upaya penerapan Pendekatan saintifik/ilmiah
dalam proses pembelajaran ini sering disebut-sebut sebagai ciri khas
dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013, yang
tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut.
Melalui tulisan ini, saya akan sedikit
bercerita tentang pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran
sebagaimana yang telah saya pahami selama ini. Menurut hemat saya, upaya
penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran bukan
hal yang aneh dan mengada-ada tetapi memang itulah yang seharusnya
terjadi dalam proses pembelajaran, karena sesungguhnya pembelajaran itu
sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan).
Banyak para ahli yang meyakini bahwa
melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih
aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat
mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta
dari suatu fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran,
siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah,
bukan diajak untuk beropini apalagi fitnah dalam melihat suatu fenomena.
Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis, dengan
menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi (High Order Thingking/HOT). Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul “Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain fakta“, demikian ungkapnya.
Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran
menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri
yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode
pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan
saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation.
Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah,
merumuskan masalah, mencari solusi atau menguji jawaban sementara atas
suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan (menemukan
fakta-fakta melalui penginderaan), pada akhirnya dapat menarik
kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.
Apakah
pendekatan saintifik/ilmiah dengan langkah-langkah seperti dikemukakan
di atas bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan? Jawabannya tentu
akan menjadi perdebatan keilmuan, tetapi saya memegang satu teori yang sudah kita kenal yaitu Teori Perkembangan Kognitif
dari Piaget yang mengatakan bahwa mulai usia 11 tahun hingga dewasa
(tahap formal-operasional), seorang individu telah memiliki kemampuan
mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam
kemampuan kognitif yaitu: (1) Kapasitas menggunakan hipotesis; kemampuan
berfikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan
menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang dia
respons; dan (2) Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak;
kemampuan untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak secara
luas dan mendalam.
Dengan demikian, tampaknya pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran
sangat mungkin untuk diberikan mulai pada usia tahapan ini. Tentu saja,
harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari penggunaan hipotesis dan
berfikir abstrak yang sederhana, kemudian seiring dengan perkembangan
kemampuan berfikirnya dapat ditingkatkan dengan menggunakan hipotesis
dan berfikir abstrak yang lebih kompleks.
Sementara itu, Kemendikbud (2013) memberikan konsepsi tersendiri bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta.
Komponen-komponen tersebut seyogyanya dapat dimunculkan dalam setiap
praktik pembelajaran, tetapi bukanlah sebuah siklus pembelajaran.
Langganan:
Postingan (Atom)




