Sabtu, 02 Januari 2016

PEMENANG (LKG) LOMBA KREATIFITAS GURU SMP NON SAINS 2015

SELAMAT KEPADA SANG JUARA :
JUARA 1 ARIS RIYADI SMPN 2 PITU, KAB NGAWI, JAWA TIMUR
JUARA 2 BUDI SETYARSO SMPN 2 PONJONG, GUNUNG KIDUL, DIY
JUARA 3 VIZA SUHANNA SMPN 1 KRUAENG SABEE, NANGROE ACEH DARUSALAM
JUARA 1 MENDAPAT 25 JT + LAPTOP, JUARA 2 20 JT, DAN JUARA 3 15 JT.

Minggu, 12 April 2015

KEHIDUPAN POLITIK DI INDONESIA MEMASUKI ERA ZAMAN EDAN



Kehidupan elit politik di era reformasi politik memasuki zaman edan. Irama perpolitikan nasional tdk patut diconto oleh anak" kita. Pertengkaran sesama anak bangsa, terutama elite politik dan penguasa, tidak kunjung selesai. Pertengkaran di tubuh Golkar, PPP, KPK, Polri, MK dll menunjukkan bukti betapa parahnya bangsa ini... Masing-masing anak bangsa selalu merasa paling hebat, paling mampu, paling pintar, dan paling benar sendiri. Para tokoh nasional yang memimpin negeri ini belum menunjukkan berbagai sosok negarawan karena dalam memimpin lebih mengutamakan kepentingan politik golongan/kelompok daripada kepentingan bangsa (rakyat) secara luas.  Ini diperparah tdk adanya figur pemersatu bangsa. Setelah Ir Soekarno dan HM Soeharto, tidak ada tokoh nasional yang benar-benar bisa mempersatukan bangsa ini. Mungkin perlu muncul satrio piningit baru Fenomena saling sikut dan budaya menang sendiri menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.Keadaan tsb diperparah adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkankeutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa. Konspirasi global terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.
Penyebab lain Indonesia akan”‘pecah” dalam penilaiannya adalah faktor nama. Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland in-Asia atau kalau diartikan secara bebas nama Indonesia sama dengan singkatan Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar. Nama orisinil kawasan negeri ini yang benar adalah Nusantara, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau) dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan. Namun, karena perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan) mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap keutuhan republik ini.
 Nama Jakarta, memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.
Zaman edan ini diperparah dengan pasca Pilpres tahun 2014 lalu. sejumlah tokoh yang kalah masih mampu mengendalikan diri, tapi gejolak massa akar rumput yang berasal dari massa pendukung tidak mau menerima kekalahan jago pilihannya. Mereka lalu mempersiapkan diri untuk maju bertarung lagi pada Pilpres 2019 yg akan datang.
Saya punya prediksi Pilpres 2019 akan datang adalah puncak ledakan dashyat gunung es yang benar-benar membahayakan integrasi Indonesia. Pola siklus 7 abad atau 70 th-an akan berulang.. Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 th kerajaan itu mulai buyar & muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21).
Nah.... Pd tahun 2019 nanti akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-74. Apakah sejarah akan berulang
Agar Indonesia tidak pecah, dia menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bersatu. Dia berharap seluruh bangsa menyadari ancaman yang ada di depan mata dan kemudian saling bergandengan tangan bersatu untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa. ini peringatan dini, sebagai salah satu wujud untuk berupaya menyelamatkan Indonesia dari ancaman kehancuran. Dengan adanya buku ini diharapkan semoga anak-anak bangsa mulai menyadari bahwa hantu Indonesia pecah sudah berada di depan mata. Kalau sudah paham, diharapkan mulai tumbuh kesadaran dari dalam hati lalu secara bersama-sama mengambil langkah untuk mencegah.

Sabtu, 26 April 2014

Sertifikasi guru dihapus apabila jokowi presiden?



Saya jadi ikut resah gara-gara ada sms yang beredar tentang penghapusan sertifikasi jika Jokowi jadi presiden... Trus disitu juag menyangkut nama-nama PGRI segala. Bahkan mengajak tidak memilih Jokowi segala... Sumbernyapun tidak jelas. Di sms hanya berbunyi begini:
“Dalam acara wacana 1jam di TV one bersama Jokowi “ isi bahwa Jokowi akan menghapus tunj sertifikasi dan BLTkarena dianggap menghambur-hamburkan uang negara” bagaimana menurut anda? Merasa akan rugikah , HIDUP PGRI, BERSATULAH GURU IND’ sebarkan ke teman guru dimanapun dia berada ok? “
Sms tsb meresahkan.  Maka mari kita bahas sejenak...
Berdasarkan banyak lembaga survei yang dilakukan sebelum pemilu kemarin, Jokowi memang sosok terkuat untuk menjadi Calon Presiden periode 2014-2019 ini, bahkan dengan persentase antara 25%-40% dia jauh meninggalkan lawan2nya. (hasil lengkap survei dapat dilihat disini : klik) .
Namun semua prediksi pakar-pakar survei dan juga lembaga survei mengenai kemenangan jokowi pada pilpres 2014 itu nampaknya akan semakin menyusut menjelang pemilihan presiden dalam waktu dekat ini. Dikarenakan semakin banyaknya kampanye hitam (Black Campaign) yang dilakukan oleh seseorang/sekolompok orang (saya tidak mau menyebut siapa atau dari kelompok apa atau yang mendukung capres siapa) yang jelas mereka secara kompak menyerukan untuk tidak memilih jokowi pada pilpres mendatang. Mungkin anda semua pernah dengar bahwa jokowi adalah boneka-nya mega, atau jokowi adalah antek-antek-nya orang china dan amerika, atau jokowi yang menguasai media-media pemberitaan, atau mengenai kristenisasi indonesia. Namun isu-isu tersebut menurut saya masih belum mampu mempengaruhi elektabilitas jokowi, karena memang isu2 tersebut hanya ramai dibicarakan di dunia maya saja.
Bisa dilihat sendiri pada screenshoot sms diatas (itu adalah screenshot dari hape teman saya). Bahwa mereka menaruh isu bahwa jokowi akan menghapus sertifikasi PNS dan BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi masyarakat miskin. Mungkin sebagian dari anda tidak familiar dengan kata-kata Sertifikasi diatas, tapi saya yakin sekitar 4jt PNS yang ada di negeri ini pasti paham, karena Sertifikasi PNS itu artinya sangat besar bagi para PNS, yakni peningkatan taraf hidup mereka (tunjangan sertifikasi). Dimana apabila seritifikasi tersebut dihapuskan maka tau sendiri kan dampaknya bagi PNS apa? yak, mereka sudah pasti tidak setuju. Oleh karena itu mereka pasti akan sangat tercengang melihat SMS tersebut, terlebih SMS tersebut datang dari orang yang mereka kenal (lihat tulisan: ini saya dapat dari teman guru). Maka dengan meskipun tidak ada perintah untuk menyebarkan-pun mereka pasti secara sukarela akan menyebarkan SMS tersebut. Ya, jumlah PNS di negeri ini memang tidak begitu besar (4jt-an) namun jangan tanya kekuatan mereka, mereka mempunyai Suami/Istri dan anak yang pasti akan disuruh untuk tidak memilih Jokowi, belum lagi PNS di negeri ini biasanya adalah orang-orang yang disegani di lingkungan masyarakat. Maka agar keinginan mereka supaya Jokowi tidak menjadi presiden (karena isu tersebut) tercapai maka mereka tidak segan untuk memberitahu orang lain bahkan dengan isu-isu yang tidak efektif yang saya sebutkan sebutkan sebelumnya diatas. Oiya, untuk anda ketahui saja, dengan kekuatan SMS dan isu tersebut saya perkirakan > 20% dari jumlah DPT di negeri ini akan terpengaruh. Sebuah jumlah yang amat besar pastinya.
Baiklah agar berita ini berimbang antara isu dan fakta, maka saya akan mengemukakan fakta yang saya teliti langsung, fakta ini saya dapatkan melalui bantuan “search engine” Google yang merupakan mesin pencari “APAPUN” di internet. Silakan anda mencari berita di mbah google.. apaun kuncinya... sialkan...
Hasilnya malahan tidak ada satu-pun yang sesuai. Cukup aneh memang apabila memang benar bahwa wacana jokowi akan menghapus sertifikasi itu ada di salah satu TV swasta seperti yang disebutkan di SMS, maka sudah pasti ada jejaknya minimal di google “si mesin pencari terhebat”.
Cukup ironis memang, di satu sisi PNS adalah seorang yang “lebih pintar” dari kebanyakan orang, tapi disisi lain mereka amat sensitif dengan isu yang menyangkut “dapur” mereka.
Karena saya adalah orang Islam maka akan saya akhiri tulisan ini dengan ayat-ayat Al Qur’an mengenai BAHAYA PENYEBARAN BERITA BOHONG:
إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالإفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ لا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الإثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ
(Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya adzab yang besar). [QS An Nur : 11]
Sikap orang beriman itu seharusnya tidak percaya ketika mendengar orang Islam yang lain diberitakan kejelekannya, sampai ada bukti dan saksi-saksi yang memadai. (Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohong itu orang-orang mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata). [QS An Nur : 12]
Tidak malah ikut menyebarkan berita bohong tersebut dari mulut ke mulut. Seharusnya melakukan klarifikasi (tabayyun) seperti telah difirmankan Allah swt :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
(Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.) [QS Al Hujurat : 6].
Tidak malah ikut berkontribusi terhadap penyebaran berita bohong. Sudah sesat masih menyesatkan orang lain lagi. Penyebaran berita bohong adalah persoalan yang besar di sisi Allah, maka wajar kalau Allah mengancam penyebar berita bohong dengan adzab yang besar.
وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ (١٤)إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ
Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. (ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal Dia pada sisi Allah adalah besar. [QS An Nur : 14-15]
Orang beriman tidak pantas percaya, apalagi turut andil dalam menyebarkan berita bohong. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya bagi orang beriman untuk tidak berbuat seperti itu selama-lamanya.
وَلَوْلا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ قُلْتُمْ مَا يَكُونُ لَنَا أَنْ نَتَكَلَّمَ بِهَذَا سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ (١٦)يَعِظُكُمُ اللَّهُ أَنْ تَعُودُوا لِمِثْلِهِ أَبَدًا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (١٧)وَيُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: “Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha suci Engkau (ya Tuhan kami), ini adalah Dusta yang besar.” Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kamu. dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. [QS An Nur : 16-18]
Para penyebar berita bohong itu diancam Allah dengan adzab yang pedih dunia akherat, sehingga bila tidak karena kurnia dan rahmat-Nya mereka pasti ditimpa adzab yang besar.
إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ (١٩)وَلَوْلا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. dan Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). [QS An Nur : 19-20]
Saat ini perkembangan teknologi informasi maju dengan pesat. Seharusnya umat Islam mensyukurinya dengan memanfaatkan teknologi informasi tersebut untuk berdakwah, memberikan pencerahan, menebarkan kebaikan, membangun akhlakkarimah demi menggapai ridho Allah.
Tidak untuk menebarkan berita bohong. Ketika berita bohong telah tersebar melalui koran, radio, televisi, internet dan media masa yang lain tidak mudah untuk menarik kembali. Pelurusan bisa dilakukan, tetapi orang yang mendengar berita bohong itu belum tentu mendengar pelurusannya.
Padahal semua itu harus dipertanggung jawabkan di hadapan Allah di yaumul-hisab. Para penyebar berita bohong itu matanya akan terbelalak, nyalinya akan menciut, dan jantungnya akan berdegup kencang ketakutan, ketika mendengar palu diketuk keras, Allah memutuskan:”Kalian semua masuk neraka!”
Untuk itu wahai saudaraku seiman seaqidah mari kita bertobat, kita tinggalkan kebiasaan menyebar berita bohong. Mari kita mohon ampun kepada Allah dan meminta maaf kepada orang yang telah kita dholimi.

Selasa, 19 November 2013

PARA JAWARA DI LKIG (LOMBA KREATIFITAS ILMIAH GURU) DI LIPI (LEMBAGA ILMU PENGETAHUAN INDONESIA) 2013

Inilah para jawara di LKIG (Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru) tahun 2013, yang diselenggarakan oleh LIPI di Jakarta tanggal 13-15 Nopember 2013.

Rabu, 02 Oktober 2013

CONTOH RPP KURIKULUM 2013 LENGKAP

Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana kerja yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali  pertemuan atau lebih.
Silakan klik disini
atau
klik disini

Peraturan baru Permendikbud tentang Kurikulum 2013

Dalam rangka menindaklanjuti dan menjabarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, pemerintah melalui Kemendikbud telah menerbitkan sejumlah peraturan baru yang berkaitan dengan kebijakan Kurikulum 2013, diantaranya tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan (SKL); (2) Standar Proses; (3) Standar Penilaian; (4) Struktur Kurikulum SD-MI, SMP-MTs, SMA-MA, dan SMK-MAK; dan (5) Buku Teks Pelajaran.
Peraturan-peraturan tersebut selengkapnya dapat diunduh melalui tautan berikut ini:
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Proses
Standar Penilaian
Kompetensi Dasar  dan Struktur Kurikulum SD-MI
Kompetensi Dasar  dan Struktur Kurikulum SMP-MTs
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK
Buku Teks Pelajaran
Selengkapnya disini anda Klik 

Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran

Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik/ilmiah. Upaya penerapan Pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran ini sering disebut-sebut sebagai ciri khas dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013, yang tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut.
Melalui tulisan ini, saya akan sedikit bercerita tentang pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran sebagaimana yang telah saya pahami selama ini. Menurut hemat saya, upaya penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran bukan hal yang aneh dan mengada-ada tetapi memang itulah yang seharusnya terjadi dalam proses pembelajaran, karena sesungguhnya pembelajaran itu sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan).
Banyak para ahli yang meyakini bahwa melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan diajak untuk beropini apalagi fitnah dalam melihat suatu fenomena. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis, dengan menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi (High Order Thingking/HOT). Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul “Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain  fakta“,  demikian ungkapnya.
Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation. Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi  atau menguji  jawaban sementara atas suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan (menemukan fakta-fakta melalui penginderaan), pada akhirnya dapat menarik kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.
Apakah pendekatan saintifik/ilmiah dengan langkah-langkah seperti dikemukakan di atas bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan? Jawabannya tentu akan menjadi perdebatan keilmuan, tetapi saya memegang satu teori yang sudah kita kenal yaitu Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget yang  mengatakan bahwa mulai usia 11 tahun hingga dewasa (tahap formal-operasional), seorang individu telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif yaitu: (1) Kapasitas menggunakan hipotesis; kemampuan berfikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang dia respons; dan (2) Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak; kemampuan untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak secara luas dan mendalam.
Dengan demikian, tampaknya pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran sangat mungkin untuk diberikan mulai pada usia tahapan ini. Tentu saja, harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari penggunaan hipotesis dan berfikir abstrak yang sederhana, kemudian seiring dengan perkembangan kemampuan berfikirnya dapat ditingkatkan dengan menggunakan hipotesis dan berfikir abstrak yang lebih kompleks.
Sementara itu, Kemendikbud (2013) memberikan konsepsi tersendiri  bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Komponen-komponen tersebut seyogyanya  dapat dimunculkan dalam setiap praktik pembelajaran,  tetapi bukanlah sebuah siklus pembelajaran.