Kamis, 05 Agustus 2010

WAWANCARA KOMPAS.COM DGN ARIS RIYADI, JUARA 1 LKIG 2009.
Keinginan besar supaya para siswa lebih mencintai sejarah, Aris Riyadi, guru sejarah dari SMPN 4 Widodaren, Ngawi, Jawa Timur, melahirkan inovasi baru dalam mengajar. Aris menggunakan media kartun, yang digerak-gerakkan dan didialogkan di depan kelas.
"Saya menggerak-gerakkan gambar dan meniru suara-suara tokohnya, jadi seperti berlakon," ujar Aris, yang baru saja meraih Juara I Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) XVII bidang IPSK tingkat SMP yang digelar oleh LIPI.
Berbekal kegemarannya menggambar kartun sejak semasa sekolah, Aris mengaku memberanikan diri untuk membuat media ini. Dia menggambar kartun menyerupai tokoh sejarah di kertas yang ditempel di gabus.
Di bawah gabus, Aris merekatkan kayu sebagai pemberat. Aris kemudian menambah alat bantu lainnya untuk menggerak-gerakkan. Sampai saat ini, kata Agus, ia sudah memiliki tiga seri kartun peristiwa sejarah Indonesia yaitu peristiwa '10 November 1945', proklamasi dan pascaproklamasi, hingga peristiwa di tahun 1949.
"Saat ini belum semua cerita sejarah yang dibuat kartun karena waktunya belum ada, masih dalam tahap penelitian. Baru setahun lalu saya memulai metode ini," ujar Aris. "Tapi saya punya cita-cita, semua peristiwa sejarah Indonesia bisa dibuatkan kartunnya," lanjutnya.
Aris mengakui, siswa-siswi yang tadinya tidak menyukai sejarah, kini perlahan mulai suka dan menyenanginya.
"Sangat-sangat signifikan karena dengan pembelajaran kartun gerak ini mereka jadi lebih menyukai sejarah dan menambah nasionalisme mereka," aku Aris. "Nilai mereka juga meningkat, kalau mereka senang pasti akan lebih giat lagi belajar sehingga nilainya pasti naik," jelasnya.
Manfaat lainnya, para siswa juga turut aktif dalam media pembelajaran ini. Mereka juga diberi tugas untuk membuat kartun dengan menggunakan teks dan bahasa mereka sendiri sebagai bahan presentasi.
"Saya membuat ini agar siswa lebih kreatif, tidak terpaku oleh buku, dan imajinasinya bermain sendiri," ujar Aris.
Namun, untuk membuat media ini, Aris mengeluarkan biaya sendiri. "Saya membuat sendiri, meneliti sendiri, untuk murid saya," aku Aris.
Sampai saat ini, Aris sudah mensosialisasikan media kartun bergerak ini di Kabupaten Ngawi, tempat asalnya. Para guru juga antusias dan tertarik untuk menggunakan metode ini di kelas mereka.
"Saya sudah mulai memberikan pembinaan ke guru yang lain," ujar Aris. (M7-09)

Selasa, 01 Desember 2009

KARTUN SEJARAH

KARTUN GERAK, PEMENANG 1 LKIG KE-17 2009.
JAKARTA, KOMPAS.com - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengumumkan pemenang Lomba Karya Ilmiah Guru (LKIG) ke-17 di Widya Graha LIPI, Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/8).

Tahun ini, LKIG bertemakan "Kreativitas Ilmiah Guru untuk Meningkatkan Kualitas dan Kemandirian Siswa" dengan harapan akan meningkatkan mutu pendidikan bangsa.

LKIG memiliki 5 kategori, tingkat Sekolah Dasar, tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Bidang IPSK dan bidang MIPA, tingkat Sekolah Menegah Umum/Kejuruan IPSK dan mipatek.

Uniknya, dari total peserta 471 orang, 2 orang di antaranya berasal dari Kairo, Mesir. Pemenang dinilai setelah presentasi yang dilakukan di hadapan dewan juri.

Untuk Tingkat Sekolah Dasar dimenangkan oleh Yuyun Nurlela dari SDN Kepuh Kiriman III, juara kedua diraih oleh Sukanda Permana dari SDN Cicadas 2 Kota Bandung, dan juara ketiga diraih oleh Endang Juliatin dari SD Bright Kiddie Surabaya.

Di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Bidang IPSK, juara satu diraih oleh Aris Riyadi dari SMPN 4 Widodaren, juara kedua diraih oleh Sad Diana dari SMPN 2 Rawalo, dan juara ketiga diraih oleh Fauridah dari SMP Al Hikmah Surabaya.

Untuk tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Bidang MIPA, juara satu diraih oleh Arif Kusmianto dari SMPN 1 Bulukumba, juara kedua diraih oleh Jaka Satri dari SMPN 1 Air Napal, dan juara ketiga diraih oleh Arfiani Babay dari SMPN 4 Sungguminasa.

Di tingkat Sekolah Menegah Umum/Kejuruan IPSK, juara satu diraih oleh Elis Ristyorini dari SMAN 8 Malang, juara kedua diraih oleh I Gede Mardana dari SMAN 1 Busungbiu, dan juara ketiga diraih oleh Fatmawati dari SMK Negeri 4 Samarinda.

Untuk tingkat Sekolah Menegah Umum/Kejuruan Mipatek, juara satu diraih oleh Herven Suryati dari SMA Vidya Dahana Patra Bontang, juara kedua diraih oleh Ponimin dari SMA Muhammadiyah 1 Klaten, dan juara ketiga diraih oleh Ided Solihin dari SMAN 1 Cibatu.

Para pemenang akan mendapatkan berupa sejumlah uang dan polis asuransi jiwa dari Bumiputera. Juara satu mendapatkan uang sebesar Rp 8 juta, juara kedua mendapatkan uang sebesar Rp 7 juta, dan juara ketiga mendapatkan Rp 5 juta.