Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana kerja yang
menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai
satu kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam Standar Isi dan
dijabarkan dalam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas
mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu) indikator
atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan atau lebih.
Silakan klik disini
atau
klik disini
Rabu, 02 Oktober 2013
Peraturan baru Permendikbud tentang Kurikulum 2013
Dalam rangka menindaklanjuti dan
menjabarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan
Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan, pemerintah melalui Kemendikbud telah menerbitkan sejumlah
peraturan baru yang berkaitan dengan kebijakan Kurikulum 2013, diantaranya tentang: (1) Standar Kompetensi Lulusan (SKL); (2) Standar Proses; (3) Standar Penilaian; (4) Struktur Kurikulum SD-MI, SMP-MTs, SMA-MA, dan SMK-MAK; dan (5) Buku Teks Pelajaran.
Standar Penilaian
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SD-MI
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMP-MTs
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK
Buku Teks Pelajaran
Selengkapnya disini anda Klik
Peraturan-peraturan tersebut selengkapnya dapat diunduh melalui tautan berikut ini:
Standar Kompetensi Lulusan
Standar ProsesStandar Penilaian
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SD-MI
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMP-MTs
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA
Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK
Buku Teks Pelajaran
Selengkapnya disini anda Klik
Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran
Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan
tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah
pendekatan saintifik/ilmiah. Upaya penerapan Pendekatan saintifik/ilmiah
dalam proses pembelajaran ini sering disebut-sebut sebagai ciri khas
dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013, yang
tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut.
Melalui tulisan ini, saya akan sedikit
bercerita tentang pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran
sebagaimana yang telah saya pahami selama ini. Menurut hemat saya, upaya
penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran bukan
hal yang aneh dan mengada-ada tetapi memang itulah yang seharusnya
terjadi dalam proses pembelajaran, karena sesungguhnya pembelajaran itu
sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan).
Banyak para ahli yang meyakini bahwa
melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih
aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat
mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta
dari suatu fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran,
siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah,
bukan diajak untuk beropini apalagi fitnah dalam melihat suatu fenomena.
Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis, dengan
menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi (High Order Thingking/HOT). Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul “Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain fakta“, demikian ungkapnya.
Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran
menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri
yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode
pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan
saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation.
Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah,
merumuskan masalah, mencari solusi atau menguji jawaban sementara atas
suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan (menemukan
fakta-fakta melalui penginderaan), pada akhirnya dapat menarik
kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.
Apakah
pendekatan saintifik/ilmiah dengan langkah-langkah seperti dikemukakan
di atas bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan? Jawabannya tentu
akan menjadi perdebatan keilmuan, tetapi saya memegang satu teori yang sudah kita kenal yaitu Teori Perkembangan Kognitif
dari Piaget yang mengatakan bahwa mulai usia 11 tahun hingga dewasa
(tahap formal-operasional), seorang individu telah memiliki kemampuan
mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam
kemampuan kognitif yaitu: (1) Kapasitas menggunakan hipotesis; kemampuan
berfikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan
menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang dia
respons; dan (2) Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak;
kemampuan untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak secara
luas dan mendalam.
Dengan demikian, tampaknya pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran
sangat mungkin untuk diberikan mulai pada usia tahapan ini. Tentu saja,
harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari penggunaan hipotesis dan
berfikir abstrak yang sederhana, kemudian seiring dengan perkembangan
kemampuan berfikirnya dapat ditingkatkan dengan menggunakan hipotesis
dan berfikir abstrak yang lebih kompleks.
Sementara itu, Kemendikbud (2013) memberikan konsepsi tersendiri bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta.
Komponen-komponen tersebut seyogyanya dapat dimunculkan dalam setiap
praktik pembelajaran, tetapi bukanlah sebuah siklus pembelajaran.
Rabu, 01 Mei 2013
LKIG LOMBA KREATIFITAS ILMIAH GURU KE-21 2013
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyelenggarakan Lomba Kreatifitas Ilmiah Guru (LKIG) Ke-21 Tahun 2013. LKIG adalah ajang lomba kreatifitas bagi guru dalam upaya pengembangan proses pembelajaran guna mempermudah pemahaman ilmu pengetahuan bagi para peserta didik. TINGKAT DAN BIDANG LOMBA
• Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
• Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATek)
RANGKAIAN KEGIATAN
• 30 September 2013 : Registrasi Peserta dan Setting Pameran
• 1 Oktober 2013 : Pameran Finalis
• 2 Oktober 2013 : Presentasi Finalis dan Penganugerahan Pemenang
• 3 Oktober 2013 : Kepulangan Peserta
HADIAH
Pemenang akan mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari LIPI serta uang tunai.
PERSYARATAN
1. Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
2. Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
3. Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
5. Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
6. Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
7. Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup (nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah dan sekolah/instansi, telepon/HP, serta email).
8. Format judul, abstrak, surat rekomendasi dan daftar riwayat hidup dapat diunduh melalui situs LKIG 2013 http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
9. Peserta mendaftar dan mengunggah karya tulis melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
10. Karya ilmiah dikirimkan secara elektronik diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 21 Agustus 2013.
11. Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIG 2013.
12. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIG 2013 pada tanggal 18 September 2013.
13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
KONTAK
Panitia LKIG ke-21 Tahun 2013
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711 ext. 1276, 1273, 1274
Fax. (021) 5251834, 52920839
Baca selengkapnya disini
• Guru SD/sederajat: umum (salah satu pelajaran)
• Guru SMP/sederajat dan SMA/sederajat: 2 Bidang yaitu Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) dan Bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknologi (MIPATek)
RANGKAIAN KEGIATAN
• 30 September 2013 : Registrasi Peserta dan Setting Pameran
• 1 Oktober 2013 : Pameran Finalis
• 2 Oktober 2013 : Presentasi Finalis dan Penganugerahan Pemenang
• 3 Oktober 2013 : Kepulangan Peserta
HADIAH
Pemenang akan mendapatkan piala dan piagam penghargaan dari LIPI serta uang tunai.
PERSYARATAN
1. Peserta adalah guru yang mengajar pada lembaga pendidikan formal.
2. Belum pernah menjadi pemenang LKIG dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
3. Sistematika Penulisan : Abstrak, Pendahuluan, Metodologi, Isi/Pembahasan, Kesimpulan dan Daftar Pustaka.
4. Menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, diketik HVS A4, berjarak 1½ spasi dengan jenis huruf Arial ukuran 11.
5. Karya ilmiah harus asli (bukan jiplakan/plagiat) dan belum sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis tingkat nasional.
6. Jumlah halaman karya ilmiah maksimal 25 halaman (termasuk sketsa/gambar/foto).
7. Melampirkan rekomendasi Kepala Sekolah dan Daftar Riwayat Hidup (nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, alamat rumah dan sekolah/instansi, telepon/HP, serta email).
8. Format judul, abstrak, surat rekomendasi dan daftar riwayat hidup dapat diunduh melalui situs LKIG 2013 http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
9. Peserta mendaftar dan mengunggah karya tulis melalui situs http://kompetisi.lipi.go.id/lkig21/.
10. Karya ilmiah dikirimkan secara elektronik diterima oleh panitia selambat-lambatnya tanggal 21 Agustus 2013.
11. Panduan dan informasi lomba dapat dilihat melalui situs LKIG 2013.
12. Pengumuman finalis dapat dilihat melalui situs LKIG 2013 pada tanggal 18 September 2013.
13. Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
KONTAK
Panitia LKIG ke-21 Tahun 2013
Biro Kerjasama dan Pemasyarakatan Iptek LIPI
Gedung Sasana Widya Sarwono Lt. 5
Jl. Jend. Gatot Subroto No. 10
Jakarta Selatan 12710
Telp (021) 5225711 ext. 1276, 1273, 1274
Fax. (021) 5251834, 52920839
Baca selengkapnya disini
Senin, 29 April 2013
HASIL LOMBA KREATIFITAS DAN INOVASI PENDIDIKAN (LKIP) BAGI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DAN LOMBA KARYA ILMIAH POPULER (LKIP) TINGKAT SMA/SMK/MA SEDERAJAT TINGKAT NASIONAL 2013
Dalam Rangka Dies Natalis ke 49 UNY, Fakultas Ilmu Pendidikan telah sukses menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah Populer tingkat Nasional dengan kategori Guru dan Siswa SMA/SMK/MAN. Lomba ini merupakan salah satu agenda Dies Natalis ke 49 UNY. Mengambil waktu bulan Februari - April 2013, peserta lomba mencakup DIY, Jateng, Jatim, Sumatra dan Sulawesi. Pada pembukaan pada acara presentasi pada Jumat (26/4), Dekan FIP, Dr. Haryanto, M.Pd menekankan bahwa budaya menulis harus lebih ditingkatkan lagi terutama bagi siswa yang akan menempuh ke jenjang yang lebih tinggi untuk ke mahasiswa. Karena seorang mahasiswa dituntut untuk bisa menulis terutama untuk tugas akhir/skripsi. Tidak hanya siswa saja, guru pun diminta untuk lebih kreatif lagi dalam menulis, karena karya tulis sanggup menambah angka kredit dan digunakan untuk naik pangkat, tambahnya.
Juri dari final LKIP ini berasal dari bermacam latar belakang pendidikan yaitu dari prodi AP (Administrasi Pendidikan), PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), PLS (Pendidikan Luar Sekolah), PLB (Pendidikan Luar Biasa), KP (Kebijakan Pendidikan), KTP (Kurikulum Teknologi Pendidikan) yang tentunya sudah berpengalaman dalam hal karya tulis dan tentu saja independen serta objektif.
Dengan tema karya tulis "Peran Pendidikan dalam Mencerahkan dan Memandirikan Bangsa” peserta yg lolos seleksi dan berhasil meyakinkan para juri dengan presentasinya adalah untuk kategori Pendidik:
Juara 1: Wahyudi, S.Pd.I dari SMP Negeri 2 Karangkobar, Banjarnegara, Jateng.
Juara 2: Aris Riyadi, S.Pd., M.Pd. dari SMP Negeri 2 Kedunggalar, Ngawi, Jatim.
Juara 3: Sri Utari, M Pd. Si dari SMA Negeri 8 Yogyakarta, DIY.
Hrapan 1: Dani Wardani, S.Hum., M.Pd. SMK Bhakti Nusantara, Bandung, Jawa Barat.
Harapan 2: Yan Vita, M.Pd.I SD Negeri Tegalombo I, Sragen, Jateng.
Harapan 3: Nurul Hasbiana SMK Negeri 1 Kalasan, Yogyakarta, DIY.
Kemudian untuk kategori Siswa:
Juara I : Helmi Zunan Tanuwijaya SMA 6 Yogyakarta, DIY.
J uara II : Heppy Laili Mukarromah MA “Darul Huda” Ponorogo, Jatim.
Juara III : Ariska Ayu D., Siti Ma’rifah dan Oky Pratika MAN 2 Ponorogo, Jatim.
Para Pemenang mendapatkan piagam, tropy dan sejumlah uang pembinaan. Selamat bagi para pemenang.
Juri dari final LKIP ini berasal dari bermacam latar belakang pendidikan yaitu dari prodi AP (Administrasi Pendidikan), PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar), PLS (Pendidikan Luar Sekolah), PLB (Pendidikan Luar Biasa), KP (Kebijakan Pendidikan), KTP (Kurikulum Teknologi Pendidikan) yang tentunya sudah berpengalaman dalam hal karya tulis dan tentu saja independen serta objektif.
Dengan tema karya tulis "Peran Pendidikan dalam Mencerahkan dan Memandirikan Bangsa” peserta yg lolos seleksi dan berhasil meyakinkan para juri dengan presentasinya adalah untuk kategori Pendidik:
Juara 1: Wahyudi, S.Pd.I dari SMP Negeri 2 Karangkobar, Banjarnegara, Jateng.
Juara 2: Aris Riyadi, S.Pd., M.Pd. dari SMP Negeri 2 Kedunggalar, Ngawi, Jatim.
Juara 3: Sri Utari, M Pd. Si dari SMA Negeri 8 Yogyakarta, DIY.
Hrapan 1: Dani Wardani, S.Hum., M.Pd. SMK Bhakti Nusantara, Bandung, Jawa Barat.
Harapan 2: Yan Vita, M.Pd.I SD Negeri Tegalombo I, Sragen, Jateng.
Harapan 3: Nurul Hasbiana SMK Negeri 1 Kalasan, Yogyakarta, DIY.
Kemudian untuk kategori Siswa:
Juara I : Helmi Zunan Tanuwijaya SMA 6 Yogyakarta, DIY.
J uara II : Heppy Laili Mukarromah MA “Darul Huda” Ponorogo, Jatim.
Juara III : Ariska Ayu D., Siti Ma’rifah dan Oky Pratika MAN 2 Ponorogo, Jatim.
Para Pemenang mendapatkan piagam, tropy dan sejumlah uang pembinaan. Selamat bagi para pemenang.
Rabu, 21 November 2012
BENTUK DRAF KURIKULUM BARU SMP 2013/2014
Ganti menteri, maka ganti kurikulum. Itulah mungkin yang akan menjadi perbincangan bapak ibu guru di ruang guru. Bahkan mungkin ada yang sampai "debat kusir" tentang wacana kurikulum baru 2013/2014. Bahkan gara-gara diskusi malah tidak jadi mengajar, karena masih melanjutkan diskusi dengan teman guru, ngotot tentang kelebihan dan kekurangan kurikulum baru tersebut. Padahal mereka belum tau persis konten dari kurikulum baru tsb. Seperti yang telah dilangsir oleh Kompas, bahwa wacana pemberlakuan kurikulum baru pada tahun pelajaran 2013/2014
mulai Juni 2013 berlaku untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan
kurikulum ini akan berimbas pada perubahan standar kompetensi lulusan
(kompas.com, 16 November 2012).
Beberapa perubahan pada Kurikulum Baru adalah:
1. Jumlah mata pelajaran juga berkurang dari 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. IPA dan IPS tetap sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), muatan lokal, dan pengembangan diri, ketiganya diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada. Muatan lokal masuk ke mata pelajaran Seni Budaya, Penjaskes, dan Prakarya, sedangkan TIK tidak akan berdiri sendiri tetapi menjadi media untuk semua mata pelajaran.
2. Durasi belajar di sekolah bertambah sebanyak enam jam pelajaran per minggu, dari 32 jam menjadi 38 jam di sekolah.
3. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib
Perubahan yang akan diberlakukan kiranya dapat kita sikapi dengan bijak. Perubahan situasi dan kondisi menuntut perubaham kurikulum.
Semoga dengan berubahnya kurikulum baru tiadak akan membingungkan guru, tapi kita ikuti dan kita sikapi dengan bijak. Hidup pendidikan Indonesia. Mari tetap bersinergi memajukan pendidikan di Indonesia.
Beberapa perubahan pada Kurikulum Baru adalah:
1. Jumlah mata pelajaran juga berkurang dari 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. IPA dan IPS tetap sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), muatan lokal, dan pengembangan diri, ketiganya diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada. Muatan lokal masuk ke mata pelajaran Seni Budaya, Penjaskes, dan Prakarya, sedangkan TIK tidak akan berdiri sendiri tetapi menjadi media untuk semua mata pelajaran.
2. Durasi belajar di sekolah bertambah sebanyak enam jam pelajaran per minggu, dari 32 jam menjadi 38 jam di sekolah.
3. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib
Perubahan yang akan diberlakukan kiranya dapat kita sikapi dengan bijak. Perubahan situasi dan kondisi menuntut perubaham kurikulum.
Semoga dengan berubahnya kurikulum baru tiadak akan membingungkan guru, tapi kita ikuti dan kita sikapi dengan bijak. Hidup pendidikan Indonesia. Mari tetap bersinergi memajukan pendidikan di Indonesia.
PREDIKSI DAN KISI KISI SOAL UJIAN NASIONAL 2012/2013 SD SMP SMA SMK
Anda berharap-harap cemas, ujian nasional sudah dekat, tapi kisi-kisi belum ada juga. Ini mungkin bisa membantu bapak ibu guru dalam mencari kisi-kisi ujian nasioanl 2012/2013, baik SD, SMP, SMA, maupun SMK, serta dilengkapi dengan SK dari BNSP. Smoga dapat membantu bapak ibu guru dan Kepala Sekolah di tanah air. Konsiderant BNSP tentang kisi kisi Ujian Nasional 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SMP SMA SMK 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SD 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SMP SMA SMK 2012/2013 klik disini
Anda butuh kisi-kisi soal ujian nasional SD 2012/2013 klik disini
Langganan:
Postingan (Atom)

