Rabu, 21 November 2012

BENTUK DRAF KURIKULUM BARU SMP 2013/2014

Ganti menteri, maka ganti kurikulum. Itulah mungkin yang akan menjadi perbincangan bapak ibu guru di ruang guru. Bahkan mungkin ada yang sampai "debat kusir" tentang wacana kurikulum baru 2013/2014. Bahkan gara-gara diskusi malah tidak jadi mengajar, karena masih melanjutkan diskusi dengan teman guru, ngotot tentang kelebihan dan kekurangan kurikulum baru tersebut. Padahal mereka belum tau persis konten dari kurikulum baru tsb. Seperti yang telah dilangsir oleh Kompas, bahwa wacana pemberlakuan kurikulum baru pada tahun pelajaran 2013/2014 mulai Juni 2013 berlaku untuk tingkat SD, SMP, dan SMA. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh mengatakan bahwa perubahan kurikulum ini akan berimbas pada perubahan standar kompetensi lulusan (kompas.com, 16 November 2012).
Beberapa perubahan pada Kurikulum Baru adalah:
1. Jumlah mata pelajaran juga berkurang dari 12 mata pelajaran menjadi 10 mata pelajaran. IPA dan IPS tetap sebagai mata pelajaran integrative science dan integrative social studies bukan sebagai pendidikan disiplin ilmu. Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi (TIK), muatan lokal, dan pengembangan diri, ketiganya diintegrasikan dengan mata pelajaran yang ada. Muatan lokal masuk ke mata pelajaran Seni Budaya, Penjaskes, dan Prakarya, sedangkan TIK tidak akan berdiri sendiri tetapi menjadi media untuk semua mata pelajaran.
2. Durasi belajar di sekolah bertambah sebanyak enam jam pelajaran per minggu, dari 32 jam menjadi 38 jam di sekolah.
3. Pramuka menjadi ekstrakurikuler wajib
Perubahan yang akan diberlakukan kiranya dapat kita sikapi dengan bijak. Perubahan situasi dan kondisi menuntut perubaham kurikulum.
Semoga dengan berubahnya kurikulum baru tiadak akan membingungkan guru, tapi kita ikuti dan kita sikapi dengan bijak. Hidup pendidikan Indonesia. Mari tetap bersinergi memajukan pendidikan di Indonesia.

2 komentar:

  1. PENGALAMAN MENUNJUKKAN GANTI KURIKULUM SEPERTI GANTI BAJU....YANG DESAIN, YANG MAKAI DAN YANG NYUCI SAMA JADI.......

    BalasHapus
  2. paling eco ya kurikulum GBPP, mutu dan standarnya sama, buktinya para pejabat dari sabang sampai meraoke mereka pinter- pinter awalnya juga GBPP KURIKULUMNYA jadi dak dijadikan proyek oleh para Percetakan untuk berbisnis LKS.....Yo po ra.....

    BalasHapus